Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB
Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar
Di tengah lonjakan harga avtur dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), PT Garuda Indonesia kini berada dalam tekanan ganda yang berpotensi menghantam kinerja keuangan perusahaan lebih dalam lagi. Foto ist.
  • Harga tiket pesawat domestik berpotensi naik hingga 50%
  • Rupiah tembus Rp17.645 per dolar AS, terlemah sepanjang sejarah
  • Garuda masih dibayangi utang jumbo berbasis dolar AS

Suara.com - Di tengah lonjakan harga avtur dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), PT Garuda Indonesia kini berada dalam tekanan ganda yang berpotensi menghantam kinerja keuangan perusahaan lebih dalam lagi.

Kondisi tersebut makin diperparah setelah Kementerian Perhubungan resmi mengizinkan maskapai menaikkan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar hingga maksimal 50% dari tarif batas atas tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

Kebijakan itu tertuang dalam KM 1041 Tahun 2026 yang mulai berlaku sejak 13 Mei 2026. Pemerintah berdalih langkah ini diperlukan demi menjaga keberlangsungan industri penerbangan nasional di tengah kenaikan harga avtur domestik yang kini menembus Rp29.116 per liter.

Artinya, masyarakat harus mulai bersiap menghadapi lonjakan harga tiket pesawat domestik yang berpotensi naik signifikan dalam beberapa waktu ke depan.

Namun di balik kebijakan tersebut, ada persoalan yang jauh lebih serius bagi Garuda Indonesia. Sebab, maskapai pelat merah itu bukan hanya dihantam kenaikan biaya operasional akibat mahalnya avtur, tetapi juga masih dibebani utang jumbo yang sebagian besar berbentuk dolar AS.

Masalahnya, rupiah kini sedang berada di titik nadir.

Mengacu data Reuters per Senin (18/5/2026), nilai tukar rupiah ambruk ke level Rp17.645 per dolar AS atau melemah 1,17% dibanding hari sebelumnya. Posisi ini bahkan menjadi level terlemah sepanjang sejarah rupiah di pasar spot intraday.

Bagi Garuda, pelemahan rupiah adalah mimpi buruk yang nyata. Sebab mayoritas kewajiban perusahaan, mulai dari sewa pesawat, obligasi, hingga pinjaman jangka panjang menggunakan denominasi dolar AS.

Berdasarkan laporan posisi keuangan terbaru, total liabilitas Garuda masih mencapai US$7,33 miliar. Meski turun dari sebelumnya US$7,97 miliar, angka tersebut tetap mencerminkan besarnya tekanan yang harus ditanggung perseroan di tengah proses restrukturisasi yang belum sepenuhnya selesai.

Beban terbesar berasal dari liabilitas jangka panjang yang mencapai US$5,99 miliar. Salah satu komponen paling besar ialah liabilitas sewa pembiayaan jangka panjang sebesar US$2,03 miliar yang berkaitan langsung dengan pembiayaan armada pesawat.

Nilai tukar rupiah menguat 0,30 persen ke level Rp17.475 terhadap dolar AS pada penutupan Rabu sore, 13 Mei 2026. [Antara]
Nilai tukar rupiah makin melemah ke level Rp17.500 terhadap dolar AS. [Antara]

Selain itu, Garuda juga masih memiliki utang pinjaman jangka panjang lainnya sebesar US$2,32 miliar. Belum lagi utang obligasi jangka panjang sebesar US$599 juta dan utang bank jangka panjang mencapai US$639 juta.

Di sisi lain, tekanan likuiditas jangka pendek juga belum reda. Garuda masih menanggung beban akrual jangka pendek sebesar US$309 juta, pendapatan diterima dimuka sebesar US$290 juta, serta liabilitas sewa pembiayaan jatuh tempo dalam satu tahun senilai US$292 juta.

Kombinasi mahalnya avtur dan melemahnya rupiah menjadi ancaman serius bagi industri penerbangan nasional, terutama bagi maskapai yang masih memiliki ketergantungan besar terhadap utang dolar AS seperti Garuda.

Di satu sisi, maskapai dipaksa menaikkan tarif demi menjaga napas bisnis. Namun di sisi lain, daya beli masyarakat terhadap tiket pesawat justru berisiko melemah akibat harga yang makin mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

Anggota DPR Sentil Prabowo: Orang Desa Bukan Hidup di Zaman Batu, Pasti Terasa Kalau Dolar Naik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:37 WIB

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

Komarudin PDIP Sentil Pernyataan Prabowo Soal Rupiah: Ingat, 1998 Dolar Naik Semua Harga Melambung

News | Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB

Terkini

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

5 Saham Ini Paling Banyak Dijual Investor Asing di Sesi I

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:33 WIB

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

IHSG Keok ke 6.400, Purbaya Minta Investor Tak Takut: Serok Bawah Sekarang, 1-2 Hari Balik

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 13:06 WIB

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Rupiah Makin Jeblok ke Rp 17.660, Purbaya Tuding Gegara Ada Sentimen 1998

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:55 WIB

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Penyebab IHSG Ambles 3,76% pada Sesi I Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:47 WIB

Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini

Saham BCA Punya Harapan, Segini Target Harga Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:31 WIB

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Ucapan Prabowo Cukup Buat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:22 WIB

Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo

Rupiah Tembus Rp17.658, Pengamat Soroti Pernyataan Prabowo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 12:14 WIB

Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah

Ambisi Raksasa PSEL Danantara: Target IPO 2028 di Tengah Penundaan dan Penolakan Keras Daerah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:59 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp7.649 Triliun di Bulan Mei

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:48 WIB

Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Pihak-pihak Ini Senang Dengar Rupiah Melemah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 11:31 WIB