- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan daya beli masyarakat Indonesia tetap tinggi melalui kenaikan penjualan kendaraan bermotor pada April 2026.
- Penjualan mobil naik 55 persen dan motor meningkat 28,1 persen secara tahunan setelah sempat terkontraksi akibat faktor musiman pada Maret 2026.
- Pemerintah akan memberikan subsidi kendaraan listrik mulai Juni 2026 untuk memperkuat daya tahan ekonomi serta mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuktikan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih tinggi di tengah ketidakpastian global. Terbukti dari data penjualan mobil dan motor pada April 2026.
Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau penjualan mobil di Indonesia naik 55 persen per April 2026 secara tahunan (year on year atau yoy). Begitu pula penjualan motor yang tumbuh 28,1 persen yoy per April 2026.
"Jadi daya beli masyarakat masih ada," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Rabu (20/5/2026).
Penjualan mobil dan motor April 2026 naik signifikan dibandingkan Maret 2026. Bulan lalu penjualan mobil minus 13,8 persen yoy, sementara penjualan motor minus 17,1 persen yoy.
Bendahara Negara menilai kalau tren negatif ini disebabkan karena faktor musiman seperti Idulfitri atau Lebaran 2026.
"Anda lihat tuh, yang menarik penjualan mobil dan motor sempat negatif kan waktu Maret, karena mungkin musiman lebaran. Harusnya kalau year on year musimannya hilang. Tapi ternyata enggak tuh, enggak bisa hilang, tetap saja minus 17,1 persen di bulan Maret," papar dia.

Ia optimistis kalau sektor otomotif bakal tumbuh lebih cepat mulai Juni 2026 karena Pemerintah sudah menyiapkan insentif untuk mobil listrik serta motor listrik.
"Juni saya pikir akan tumbuh lebih cepat lagi, karena pemerintah akan mengeluarkan insentif untuk mobil listrik dan motor listrik. Kita ingin ada stimulus tambahan di perekonomian," jelasnya.
Skema insentif mobil dan motor listrik
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya menyetujui pemberian insentif otomotif berupa subsidi mobil listrik maupun motor listrik dengan total 200 ribu unit.
Hal ini diumumkan usai Menkeu Purbaya menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada Selasa (5/5/2026) pagi tadi d Kantor Kemenkeu.
"Tadi saya ketemu dengan Menteri Perindustrian tadi pagi, saya tanya apa yang bisa didorong. Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Bendahara Negara beralasan kalau subsidi electronic vehicle (EV) atau kendaraan listrik ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Selain itu, insentif diharapkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah perang Amerika Serikat vs Iran.
"Jadi ke depan harusnya kalau itu dipercepat lebih memperkuat daya tahan ekonomi kita," lanjutnya.
Terkait skema subsidi, Purbaya sempat membocorkan kalau insentif ini berlaku untuk 100 ribu unit motor maupun mobil listrik. Jika ketersediaan sudah habis, Pemerintah akan kembali mengguyur subsidi.
Sama halnya dengan motor listrik. Bedanya Purbaya juga mengungkapkan anggaran subsidi motor listrik sebesar Rp 5 juta per unit.