Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor

M Nurhadi

Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB
Moodys: Kontrol Ekspor Tambang oleh SDI Bikin Indonesia Ditinggal Investor
Suasana Gedung Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jakarta, Selasa (8/7/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Moody’s Ratings memperingatkan pemerintah Indonesia bahwa pengetatan kontrol ekspor komoditas melalui Danantara Sumberdaya Indonesia berisiko merusak sentimen investor global.
  • Intervensi negara pada fungsi komersial inti perusahaan tambang dapat memicu distorsi pasar serta menciptakan risiko regulasi dan finansial.
  • Pemusatan pembayaran ekspor melalui badan negara berpotensi menghambat arus kas dan memperpanjang siklus modal kerja bagi perusahaan pertambangan.

Suara.com - Langkah pemerintah untuk memperketat kontrol atas ekspor komoditas melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) mendapatkan sorotan tajam dari lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Ratings.

Dalam catatan risetnya pada hari Kamis, Moody’s memperingatkan bahwa langkah pemerintah yang bertujuan meningkatkan pendapatan negara dan menjaga stabilitas mata uang tersebut, justru berisiko merusak sentimen investor di sektor pertambangan.

Lembaga pemeringkat ini menilai bahwa kebijakan yang memberi kewenangan lebih besar kepada negara untuk mengendalikan ekspor berpotensi memicu distorsi pasar yang signifikan.

"Dari perspektif kedaulatan, peningkatan kontrol negara atas ekspor komoditas menimbulkan risiko distorsi pasar yang dapat mengimbangi tujuan kebijakan lainnya," tulis Moody’s dalam laporannya.

Risiko Kredit Negatif bagi Emiten Tambang

Bagi perusahaan pertambangan, kerangka kebijakan ini dinilai sebagai sentimen negatif terhadap profil kredit mereka. Moody’s menyoroti bahwa intervensi negara yang terlalu dalam akan memperkenalkan risiko regulasi, operasional, dan finansial yang lebih tinggi.

Salah satu kekhawatiran utama adalah potensi hilangnya kendali perusahaan tambang atas fungsi-fungsi komersial inti. Jika badan ekspor negara nantinya mengambil alih tanggung jawab atas kontrak ekspor, penentuan harga, hingga transaksi secara menyeluruh, maka para penambang akan kehilangan otonomi bisnisnya.

Selain itu, rencana penggunaan referensi harga komoditas domestik alih-alih menggunakan tolok ukur harga global (global benchmarks) dikhawatirkan dapat membuat pembeli luar negeri menjauh.

Kebijakan ini juga dianggap bakal mengurangi visibilitas pendapatan perusahaan tambang di mata para pemegang saham.

baca juga
ilustrasi tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)
ilustrasi tambang (unsplash.com/Dominik Vanyi)

Tekanan Likuiditas dan Masalah Arus Kas

Moody’s juga menyoroti risiko operasional jangka pendek, terutama terkait arus kas perusahaan. Jika proses pembayaran ekspor nantinya dipusatkan melalui perusahaan negara (BUMN), hal ini berpotensi memperpanjang siklus modal kerja (working-capital cycles) para penambang. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan tekanan likuiditas dan memperumit manajemen arus kas perusahaan secara keseluruhan.

Kebijakan ini menjadi pelengkap dari kekhawatiran investor mengenai tren meningkatnya intervensi negara di sektor pertambangan selama beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, pelaku pasar juga telah mencermati berbagai perubahan kebijakan seperti pemotongan kuota produksi, penetapan retribusi ekspor, serta aturan retensi devisa hasil ekspor (FX retention rules).

Langkah-langkah yang bersifat proteksionis ini, menurut Moody’s, perlu diwaspadai karena berpotensi menciptakan ketidakpastian yang tidak disukai oleh investor global, yang pada akhirnya dapat membatasi arus modal masuk ke sektor strategis Indonesia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Danantara Minta Pengusaha Tenang, Kontrak Ekspor Tak Diutak-atik

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

IHSG Rontok Gegara Danantara Sumberdaya? Ini Jawaban Pandu Sjahrir

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:07 WIB

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Status Danantara Sumberdaya Indonesia Bukan BUMN

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 16:29 WIB

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Rupiah Anjlok Lagi, Danantara Sumberdaya Indonesia Jadi Biang Kerok

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:57 WIB

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Rosan Akui Kontrak Eksportir Bisa Dievaluasi lewat BUMN Ekspor Baru PT DSI

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:44 WIB

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Mendag Siapkan Aturan Baru usai BUMN Ekspor PT DSI Dibentuk Danantara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Pilkades Serentak 2026, Polresta Magelang Kerahkan 915 Personel

Pilkades Serentak 2026, Polresta Magelang Kerahkan 915 Personel

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Urutan Zodiak dari yang Paling Setia sampai Paling Gampang Selingkuh

Urutan Zodiak dari yang Paling Setia sampai Paling Gampang Selingkuh

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Pesan Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ini Baru Awal

Pesan Jay Idzes Usai Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026: Ini Baru Awal

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:24 WIB

CCTV Bongkar Perampasan Motor Bersenjata Celurit di Kudus, Satu Pelaku Ditangkap

CCTV Bongkar Perampasan Motor Bersenjata Celurit di Kudus, Satu Pelaku Ditangkap

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu

Novel Dilizzy: Ketika Cinta, Luka dan Mimpi Terbentur Kasta serta Restu

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen

Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polda Sumut Periksa Wanita yang Bilang Eks Istri Polisi Dijual ke Wakapolda, Kasus Naik Penyidikan

Polda Sumut Periksa Wanita yang Bilang Eks Istri Polisi Dijual ke Wakapolda, Kasus Naik Penyidikan

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Debut Impresif, Irpan Siregar Antusias Jalani Peran Baru di Kendal Tornado FC

Debut Impresif, Irpan Siregar Antusias Jalani Peran Baru di Kendal Tornado FC

Jawa Tengah | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

×