Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Agung Pratnyawan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB
LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu di Jogja Finansial Festival 2026, Jumat, 22 Mei 2026.[Dok, Humas LPS]
baca 10 detik
  • LPS ingatkan bahaya pertumbuhan teknologi tanpa literasi di Jogja Finansial Festival 2026.
  • Anggito Abimanyu soroti maraknya pinjol ilegal serta fenomena investasi semu digital.
  • Menkeu optimistis nilai rupiah menguat berkat aturan devisa hasil ekspor terbaru.

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menekankan pentingnya keseimbangan teknologi dan literasi keuangan dalam pembukaan Jogja Finansial Festival 2026. Acara berskala nasional ini resmi digelar di Jogja Expo Center (JEC) pada Jumat, 22 Mei 2026.

Ia menilai akselerasi teknologi digital di sektor keuangan saat ini masih belum diimbangi dengan pemahaman publik yang memadai.

Fenomena ini memicu berbagai risiko finansial baru yang mengancam masyarakat, terutama generasi muda selaku pengguna aktif.

Anggito Abimanyu menyoroti kontradiksi antara kemudahan akses digital dan rendahnya kemampuan pengelolaan keuangan masyarakat.

Banyak platform investasi ilegal dan pinjaman online tidak berizin yang memanfaatkan celah minimnya literasi tersebut.

Kita menyaksikan fenomena yang mengkhawatirkan dimana anak muda mudah membuka akun investasi, tetapi belum mampu menyusun perencanaan keuangan; masyarakat semakin aktif bertransaksi digital, tetapi banyak rekening menjadi pasif; pinjaman online ilegal tumbuh cepat; judi digital menyusup melalui platform teknologi, dan investasi semu terus memanfaatkan rendahnya pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Jogja Finansial Festival 2026

Menkeu Purbaya di acara Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)
Jogja Financial Festival 2026 di JEC pada Jumat, 22 Mei 2026 (Instagram/menkeuri)

Yogyakarta dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki reputasi kuat sebagai pusat pendidikan dan kota pelajar.

Karakteristik wilayah ini dinilai sangat strategis untuk membangun kesadaran finansial berbasis teknologi bagi generasi muda.

baca juga

Forum Jogja Finansial Festival 2026 dirancang bukan sekadar pameran ekonomi, melainkan wadah edukasi strategis nasional.

Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan inovasi teknologi digital sekaligus memitigasi risiko keamanan finansial global.

Itulah mengapa Financial Festival 2026 di Yogyakarta menjadi begitu penting. Ini bukan sekadar festival tentang ekonomi, investasi, atau literasi keuangan. Ini adalah pertemuan gagasan, keberanian, dan harapan generasi muda Indonesia. Tempat anak-anak muda belajar bahwa mengelola masa depan bukan hanya soal mencari manfaat finansial, tetapi tentang membangun ketahanan, menguasai teknologi, memitigasi risiko, menjaga martabat, dan menciptakan peluang,” jelasnya.

Sesi Business Talks JFF 2026 yang dipandu Chairman CT Corp Chairul Tanjung juga membawa angin segar bagi perekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Puji Coretax

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan apresiasi khusus terhadap implementasi sistem perpajakan terintegrasi coretax yang terbukti efektif.

Sistem coretax tersebut merupakan program yang digagas oleh Anggito Abimanyu saat masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Inovasi ini sukses mendongkrak pendapatan negara serta memperkuat transparansi tata kelola keuangan nasional.

Sistem itu terbukti berjalan sangat baik, terima kasih ya Pak Anggito, sekarang penerimaan pajak sudah sangat baik dan meningkatkan transparansi serta kepatuhan wajib pajak,” ujarnya.

Menteri Keuangan turut menyampaikan proyeksi positif mengenai penguatan nilai tukar rupiah di pasar global. Kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang kini berjalan optimal menjadi motor utama penguatan mata uang.

Stabilitas ekonomi nasional juga didukung oleh derasnya aliran modal asing yang masuk lewat penerbitan instrumen obligasi global. Sinergi regulasi dan kepatuhan pelaku usaha diharapkan mampu menjaga ketahanan ekonomi domestik jangka panjang.

Berkat kepastian berlakunya aturan penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang sempat mandek berbulan-bulan akibat lobi pebisnis, dipadukan dengan derasnya aliran dana masuk dari penerbitan obligasi global (global bond),” jelasnya.

Optimisme regulasi ekspor ini diyakini akan memberikan kontribusi yang jauh lebih signifikan terhadap cadangan devisa negara. Dampak positifnya langsung mengarah pada penguatan nilai tukar rupiah secara berkelanjutan di pasar internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB

Promo dan Hadiah Eksklusif BRI di Jogja Financial Festival 2026

Promo dan Hadiah Eksklusif BRI di Jogja Financial Festival 2026

Bri | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:19 WIB

Terkini

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:56 WIB

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:52 WIB

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

×