Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Dicky Prastya

Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB
Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom]
baca 10 detik
  • Pemerintah resmi membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai lembaga satu pintu untuk mengatasi manipulasi harga ekspor komoditas.
  • Presiden Prabowo Subianto menginisiasi pembentukan PT DSI guna menghentikan praktik under invoicing yang merugikan penerimaan pajak dan devisa negara.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan mengawasi kinerja PT DSI secara ketat bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berjanji bakal mengawasi kinerja PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI), badan ekspor baru yang resmi dibentuk Pemerintah.

Menkeu Purbaya mengklaim kalau pengawasan PT DSI selaku lembaga 'satu pintu' ekspor mudah dilakukan jika nantinya ada penyelewengan.

"Pengawasannya gampang. Kita awasi saja pegawai DSI-nya. Kalau dia tiba-tiba kaya, kita pecat, gitu saja. Berarti dia terima duit. Kan sudah satu pintu, di sana sudah jelas, di sini sudah jelas," katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), MInggu (24/5/2026).

Bendahara Negara menyebut kalau Pemerintah bakal melibatkan Kementerian Keuangan maupun kementerian lembaga (K/L) lain untuk mengawasi PT DSI. 

"Jadi nanti mungkin dari Keuangan dan lembaga-lembaga negara lain akan menaruh perwakilan di DSI itu. Supaya jalannya sesuai dengan yang didesain," lanjutnya.

Menkeu Purbaya juga bercerita kalau pembentukan PT DSI muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto mendapatkan banyak laporan soal under invoicing atau manipulasi harga barang dari harga asli dalam kegiatan ekspor.

Ia menyebut banyak pengusaha Indonesia melakukan under invoicing, khususnya di komoditas Crude Palm Oil (CPO atau minyak kelapa sawit mentah) hingga batu bara. Manipulasi yang dilakukan mulai dari harga hingga volume yang lebih rendah.

"Jadi mereka boleh dibilang sebagian diselundupkan lah," katanya dalam acara Jogja Financial Festival, dikutip dari kanal YouTube Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Minggu (24/5/2026).

Prabowo lalu memintanya untuk memeriksa kasus under invoicing. Usai memeriksa 10 perusahaan CPO terbesar di Indonesia, Purbaya menemukan manipulasi itu dilakukan dari Singapura, sebelum akhirnya dikirim ke Amerika Serikat. 

baca juga

Cara kerjanya, pengusaha itu tak langsung mengirim CPO ke AS, tapi ditujukan dulu ke perusahaan perantara yang ada di Singapura. Lewat perusahaan yang juga dimiliki pengusaha itu, mereka mencantumkan perbedaan harga antara yang dikirim dari Indonesia ke Singapura dan Singapura ke AS.

"Harganya di sini ke Singapura itu setengah dari harga dari Singapura ke Amerika. Jadi kalau saya sebagai Menteri Keuangan saya rugi. Pajak ekspor yang saya peroleh setengahnya. Pajak pendapatan juga separuhnya. Devisa juga lebih sedikit. Devisa juga lebih sedikit dan diparkir ke luar negeri," beber dia.

Purbaya lalu mengusulkan ke Prabowo untuk memperketat pengawasan di lapangan lewat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu. Hanya saja Presiden menilai itu belum cukup.

"Bea Cukai juga gampang bocor. Jadi Pak Presiden pikir sebaiknya ya sudah kita beresin saja sekalian. Kita buat satu lembaga atau badan ekspor namanya DSI, Danantara Sumberdaya Indonesia. Di mana semua pengekspor nanti hanya bisa lewat situ. Jadi yang jual hanya DSI itu ke pasar-pasar dunia," paparnya.

Lebih lanjut Purbaya menilai kalau pembentukan DSI bisa mencegah kasus under invoicing yang selama ini terjadi. Dengan begitu Penerimaan Negara dari pajak maupun bea keluar bakal lebih banyak.

"Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselundupkan ke luar negeri. Jadi nanti untungnya juga dipakai untuk membangun ekonomi kita. Jadi dengan itu saya harapkan uang saya lebih banyak, dan uangnya bisa dipakai untuk membantu program-program Pemerintah, termasuk pendidikan maupun program-program pembangunan daerah," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Perjalanan Karier Luke Thomas Mahony, WN Australia yang Kini Jadi Bos DSI

Perjalanan Karier Luke Thomas Mahony, WN Australia yang Kini Jadi Bos DSI

Lifestyle | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:33 WIB

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli

Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:53 WIB

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:39 WIB

Pemerintah Klaim Pengusaha Sambut Baik Pembentukan BUMN Ekspor PT DSI

Pemerintah Klaim Pengusaha Sambut Baik Pembentukan BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:23 WIB

Terkini

Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Begini Hukumnya Dalam Islam

Apakah Makan Membatalkan Wudhu? Begini Hukumnya Dalam Islam

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:19 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 7 Oktober 2026, Siapa Saja?

3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 7 Oktober 2026, Siapa Saja?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Hari Ini! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hadapi Sidang Perdana Kasus Korupsi dan TPPU

Hari Ini! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Hadapi Sidang Perdana Kasus Korupsi dan TPPU

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Tak Hanya Danantara, Grup Bakrie Ikut Andil dalam Investasi Perusahaan Migas AS

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:08 WIB

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

6 Rekomendasi Drakor dengan Kisah Penuh Intrik dan Manipulasi

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Ada Bonus Aksesori hingga Rp3 Juta

Pre-order iPhone 18 Pro Dibuka Hari Ini, Ada Bonus Aksesori hingga Rp3 Juta

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

Putusan MK Jadi Bola Panas, DPR Bisa Mulai Pemakzulan Gibran!

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Bisnis Gelap Terbongkar! Penimbun 5.920 Bungkus Rokok Tanpa Cukai di Mesuji Ditangkap

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Bejat! Ayah di Probolinggo Tega Cabuli Anak Kandung Sejak SD, Nyaris Diamuk Warga

Jatim | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Belum Turun Kelas, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:35 WIB

×