Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Senin, 25 Mei 2026 | 14:05 WIB
Cuma RI yang Kena Outflow Obligasi, Ekonom: Sedih Banget!
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
  • RI jadi satu-satunya negara ASEAN yang alami outflow obligasi.
  • Investor asing tarik dana US$1,48 miliar dari pasar obligasi RI.
  • BI dinilai agresif jaga rupiah lewat kenaikan suku bunga 5,25%.

Suara.com - Indonesia menjadi satu-satunya negara di kawasan yang mengalami arus keluar modal asing (capital outflow) di pasar obligasi. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek pasar keuangan domestik, terutama terkait arah kebijakan fiskal pemerintah.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan tekanan di pasar obligasi menunjukkan investor global kini semakin sensitif terhadap kualitas kebijakan ekonomi suatu negara, bukan sekadar melihat angka pertumbuhan.

“Sedih banget. Hanya Indonesia yang mengalami outflow,” kata Josua dalam pelatihan wartawan Bank Indonesia (BI) di Makassar, Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, kondisi pasar obligasi sangat erat kaitannya dengan persepsi investor terhadap kebijakan fiskal pemerintah serta arah investasi jangka pendek. Ketidakpastian kebijakan membuat investor memilih mengurangi eksposur di instrumen keuangan domestik.

Permata Bank mencatat investor asing masih membukukan net outflow sekitar 1,48 miliar dolar AS di pasar obligasi Indonesia sepanjang kuartal I 2026. Sementara itu, di pasar saham, arus modal keluar tercatat mencapai 1,95 miliar dolar AS.

“Memang semuanya mengalami outflow di sisi sahamnya, lalu di sisi bonds-nya pun juga hampir sama,” ujarnya.

Meski demikian, Josua menilai Bank Indonesia telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah. Salah satu langkah yang disorot ialah kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan respons bank sentral yang cepat dan antisipatif dalam meredam tekanan pasar.

“Kebijakan BI ini adalah salah satu kami melihatnya adalah kebijakan yang bold dan pre-emptive,” katanya.

Josua menambahkan, investor kini tidak lagi hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga memperhatikan kualitas fundamental ekonomi serta konsistensi kebijakan pemerintah.

Di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan, pelaku pasar dinilai semakin selektif dalam menempatkan modalnya di negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Mereka juga sangat mempertimbangkan kualitasnya ketimbang melihat angka,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:01 WIB

Terkini

BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026

BTN Tawarkan 10.000 Hunian Second Dengan Harga di Bawah Pasar Pada Lelang Akbar BTN 2026

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:49 WIB

PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM

PaDi UMKM dan Danantara Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pengadaan BUMN dan UMKM

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:37 WIB

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Saham Diborong, Smelter Dibangun: Inilah Tentakel Nikel Haji Isam

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:24 WIB

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

IHSG Mulai Bangkit di Level 6.200 pada Sesi I, 540 Saham Hijau

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

IHSG Anjlok ke Level 6.000, OJK Beri Pesan untuk Investor

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 13:01 WIB

Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya

Kemenkeu Buktikan Indonesia Jauh dari Krisis Ekonomi ala 1998, Ini Datanya

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:41 WIB

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Listrik Sumatra Kembali Normal, Penyelidikan Polri dan PLN Ungkap Temuan Baru

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:27 WIB

Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini

Ekspor CPO hingga Batu Bara Bakal Lewat Satu Pintu, Aturannya Rampung Hari Ini

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB

Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA

Ekonom Senior Wanti-wanti Pemerintah Soal Potensi Monopoli Ekspor SDA

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 12:05 WIB

Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir

Ekspor Lewat PT DSI, Beban Pungutan hingga Bea Keluar Tak Lagi Ditanggung Eksportir

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 11:58 WIB