Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Dythia Novianty | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 10:23 WIB
AS Gempur Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket
AS - Iran kembali memanas.[Suara.com]
  • Harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi 97,56 dolar AS per barel di pasar Asia, Selasa, 26 Mei 2026.
  • Kenaikan harga dipicu serangan udara militer Amerika Serikat terhadap target militer di wilayah Iran selatan hari ini.
  • Konflik di Selat Hormuz menyebabkan tersumbatnya pasokan energi global dan mengancam keberhasilan perundingan gencatan senjata di Qatar.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan pada awal perdagangan di pasar Asia, Selasa 26 Mei 2026. 

Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan baru setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke wilayah Iran selatan, sebuah tindakan yang diklaim Washington sebagai langkah defensif.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent merangkak naik 1,40 dolar AS atau 1,5 persen ke posisi 97,56 dolar AS per barel pada pukul 00.06 GMT (07:06 WIB).

Sebelumnya, pada sesi perdagangan hari Senin, harga Brent sempat anjlok hingga 7 persen akibat sentimen optimisme damai. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di level 91,25 dolar AS per barel.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menggempur sejumlah target di Iran selatan, termasuk situs peluncuran rudal dan armada kapal yang diindikasikan tengah mencoba memasang ranjau laut.

Ilustrasi konflik AS-Israel-Iran di selat hormuz picu kenaikan pangan internasional [Suara.com]
Ilustrasi konflik AS-Israel-Iran di selat hormuz.[Suara.com]

"Serangan ini dirancang untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh militer Iran," tulis pernyataan resmi CENTCOM. 

Di sisi lain, media lokal Iran melaporkan adanya suara ledakan hebat di kota pelabuhan Bandar Abbas serta area pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Konflik bersenjata yang telah berlangsung selama tiga bulan ini telah melumpuhkan jalur logistik global. 

Teheran memblokade hampir seluruh pelayaran internasional di kawasan Teluk, yang berakibat pada tersumbatnya seperlima pasokan minyak dan gas dunia serta melonjakkan harga energi hingga lebih dari 50 persen.

Di tengah kontak senjata, proses diplomasi sebenarnya tengah berjalan di Doha, Qatar. 

Delegasi tingkat tinggi dari AS dan Iran dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan terkait penyusunan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan gencatan senjata selama 60 hari.

Berdasarkan laporan Nikkei, draft perjanjian tersebut mencakup komitmen Iran untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari agar kapal dagang dapat kembali melintas dengan aman tanpa dipungut biaya transit. 

Data pelacakan kapal bahkan menunjukkan tiga tanker LNG tujuan Asia serta satu super tanker pengangkut minyak Irak mulai bisa keluar dari selat setelah tertahan hampir tiga bulan.

Namun, optimisme pasar kembali diuji setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras. 

Trump mengulangi tuntutannya agar Iran menyerahkan seluruh uranium yang telah diperkaya kepada pihak AS untuk dihancurkan secara total.

Presiden China, XPresiden Amerika Serikat, Donald Trump. [istimewa]
Presiden China, XPresiden Amerika Serikat, Donald Trump. [istimewa]

Analis Pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai tuntutan tersebut menjadi batu sandungan besar yang bisa membuyarkan draf perdamaian yang sedang disusun. 

"Ini menjadi peringatan keras bagi pelaku pasar bahwa kesepakatan ini masih sangat rawan kolaps di detik-detik terakhir, berkaca pada kegagalan dari lima upaya rekonsiliasi sebelumnya," pungkas Sycamore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

AS dan Iran Dikabarkan Sepakat Perjanjian Damai, Selat Hormuz Segera Dibuka!

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:00 WIB

Aksi di Depan Kedubes AS Gaungkan Dukungan untuk Aktivis Global Sumud Flotilla

Aksi di Depan Kedubes AS Gaungkan Dukungan untuk Aktivis Global Sumud Flotilla

Foto | Jum'at, 22 Mei 2026 | 18:46 WIB

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Rupiah Loyo, Orang RI Ramai-Ramai Timbun Dolar di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:02 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04 WIB

Terkini

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB