Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.875,780
LQ45 581,783
Srikehati 287,931
JII 348,084
USD/IDR 17.955

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB
Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Harga minyak naik usai harapan damai AS-Iran memudar.
  • Selat Hormuz masih rawan, pasokan global terganggu.
  • OPEC+ pertimbangkan kenaikan produksi minyak Juli nanti.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali menanjak pada perdagangan Jumat (22/5/2026) setelah pasar meragukan peluang tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan terkait cadangan uranium Teheran serta kendali atas Selat Hormuz membuat investor kembali memburu aset energi di tengah ancaman gangguan pasokan global.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$2,38 atau 2,3 persen menjadi US$104,96 per barel pada pukul 00.34 GMT (07.34 WIB). Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$1,73 atau 1,8 persen ke level US$98,08 per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya kedua kontrak acuan tersebut sempat jatuh sekitar 2 persen dan menyentuh level penutupan terendah dalam dua pekan terakhir.

Sumber senior dari internal Iran mengatakan kepada Reuters bahwa hingga kini belum ada kesepakatan resmi dengan AS, walaupun jarak perbedaan pandangan mulai menyempit. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim adanya “sinyal positif” dalam dialog kedua negara.

Namun, Rubio menegaskan Washington tidak akan menerima sistem pungutan atau tarif apa pun di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

“Dengan prospek perundingan damai yang masih belum pasti, harga minyak merangkak naik karena pasar memperkirakan ketidakstabilan di Timur Tengah serta gangguan pasokan di Selat Hormuz masih akan berlanjut,” ujar analis komoditas Rakuten Securities, Satoru Yoshida.

Ia memperkirakan harga WTI akan bergerak di kisaran US$90 hingga US$110 per barel pada pekan depan, melanjutkan volatilitas tinggi yang terjadi sejak akhir Maret.

Meski gencatan senjata rapuh telah berlangsung selama enam minggu, pasar menilai belum ada langkah konkret yang mampu mengakhiri konflik secara permanen. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan ancaman perlambatan ekonomi dunia akibat tingginya biaya energi.

Sebelum perang pecah, sekitar 20 persen pasokan energi global melintasi Selat Hormuz. Konflik yang berkepanjangan kini telah memangkas sekitar 14 juta barel minyak per hari dari pasar dunia atau setara 14 persen pasokan global. Ekspor dari produsen utama seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), dan Kuwait pun ikut terganggu.

baca juga

Direktur Utama perusahaan minyak nasional UEA, ADNOC, memperkirakan arus minyak melalui Selat Hormuz baru dapat pulih sepenuhnya paling cepat pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027, itu pun jika konflik bisa segera dihentikan.

Di tengah tekanan geopolitik tersebut, tujuh negara produsen utama yang tergabung dalam OPEC+ disebut-sebut akan mempertimbangkan kenaikan produksi terbatas untuk Juli mendatang. Keputusan itu dijadwalkan dibahas dalam pertemuan 7 Juni, meski distribusi minyak dari sejumlah negara anggota masih terdampak perang Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB

Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia

Ancaman Efek Domino Konflik AS-Iran, Kriminolog Soroti Potensi Aktivasi Sel Tidur di Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 17:00 WIB

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

Kapal Induk USS Nimitz Masuk Laut Karibia, AS Disebut Siapkan Langkah Tekan Kuba

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Harga Minyak Dunia Semakin Melorot, Gimana Nasib Harga Pertamax?

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:36 WIB

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

IHSG Mulai Bergerak ke Level 5.900 Pagi Ini

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:21 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Awal Pekan, Senin 6 Juli 2026

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:06 WIB

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Harga Emas Antam Masih Sama Rp2,67 Juta/Gram, Layak untuk Dibeli

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 09:02 WIB

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

IHSG Uji Level 6.000: Cek 6 Saham Rekomendasi, BUMI Ikut Disebut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:49 WIB

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:39 WIB

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Danantara Percepat Perampingan BUMN, Libatkan Kejagung hingga BPK

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 08:34 WIB

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Komisi Ojol 8% Berlaku, Pendapatan Naik? Ini Kata Driver Ojol!

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:42 WIB

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Perempuan Tak Lagi Perlu Buktikan Mampu, Kini Tantangannya Akses Modal hingga Teknologi

Bisnis | Senin, 06 Juli 2026 | 07:34 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

×