Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
Ilustrasi
baca 10 detik
  • Gangguan logistik di Selat Hormuz pada Mei 2026 menyebabkan penurunan ekspor industri perhiasan nasional secara signifikan.
  • Pelaku industri perhiasan menghadapi pukulan ganda akibat hambatan pengiriman barang serta kebijakan pembatasan pembelian emas India.
  • Kementerian Perindustrian mendorong diversifikasi ekspor ke pasar nontradisional di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah yang lebih aman.

Suara.com - Pusaran konflik geopolitik global dan restriksi dagang internasional mulai memakan korban di sektor riil dalam negeri. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI mengungkapkan bahwa industri manufaktur perhiasan nasional kini mulai merasakan dampak negatif yang signifikan akibat hambatan logistik di kawasan Selat Hormuz, yang mengganggu kelancaran arus ekspor komoditas bernilai tinggi tersebut ke pasar dunia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, memaparkan bahwa gangguan draf stabilitas di jalur maritim vital tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan performa industri aneka.

Akibatnya, pada periode Mei 2026 ini, sektor tersebut harus rela mengalami draf koreksi performa setelah beberapa bulan sebelumnya konsisten bertahan dalam zona ekspansi positif.

Berdasarkan draf struktur pembentuknya, pertumbuhan klaster industri aneka selama ini ditopang secara kokoh oleh dua sektor manufaktur andalan, yaitu produksi alat olahraga serta industri perhiasan. Oleh sebab itu, ketika salah satu pilar tersebut goyah, kinerja akumulatif industri aneka otomatis ikut terseret turun.

"Jadi pertumbuhan ini disupport oleh kenaikan permintaan luar negeri untuk sektor alat olahraga dan juga perhiasan," jelas Reni dalam konferensi pers pembaruan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Reni mengonfirmasi bahwa eskalasi bersenjata yang berujung pada penutupan serta hambatan pelayaran di Selat Hormuz secara otomatis memotong draf jalur logistik utama pengiriman barang.

Hal ini memaksa para pelaku usaha perhiasan lokal menghadapi draf pembatalan kontrak atau penundaan pengapalan yang berujung pada merosotnya nilai devisa ekspor.

"Jadi kami menyampaikan memang dampak dari penutupan Selat Hormuz ini yang memang berdampak ke ekspor perhiasan kita. Jadi ekspor perhiasan menurun," ulasnya.

Situasi bagi para perajin dan pengusaha perhiasan tanah air kian pelik lantaran mereka juga harus berhadapan dengan draf tantangan regulasi baru dari India, yang selama ini tercatat sebagai salah satu draf negara mitra tujuan ekspor utama produk emas dan permata asal Indonesia.

baca juga

"Nah, ini juga menjadi perhatian kami ketika ada pemerintah India nih sekarang sudah melarang apa namanya konsumennya untuk beli emas," imbuh Reni.

Merespons draf pukulan ganda di sektor perdagangan internasional tersebut, Kemenperin tidak tinggal diam. Pemerintah kini mengambil draf langkah taktis dengan mendesak serta memfasilitasi para pelaku industri perhiasan nasional untuk segera melepaskan ketergantungan dari negara tujuan ekspor konvensional, dan beralih melakukan draf diversifikasi pasar secara masif.

Reni menegaskan, draf pemetaan pasar alternatif kini diarahkan pada wilayah-wilayah baru (nontradisional) yang dinilai memiliki draf daya beli tinggi namun posisinya aman dari dampak pusaran konflik militer secara langsung.

"Kita melihat pasar-pasar nontradisional yang potensial, seperti ke beberapa negara di Timur Tengah lainnya yang tidak terdampak konflik secara langsung, negara-negara Eropa, dan juga Amerika Serikat," pungkas Reni optimis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Pelemahan Rupiah Bisa Picu PHK Massal, Menaker Buka Suara

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:23 WIB

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Luhut Klarifikasi soal Tugas Bea Cukai Diganti BUMN Ekspor PT DSI

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:58 WIB

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Ekspor, Nama-nama Konglomerat Ini Diincar Kejagung?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:51 WIB

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Purbaya Bantah Luhut, Tugas Bea Cukai Tak Diganti BUMN Ekspor PT DSI!

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:14 WIB

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Anjlok! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800! Isu Domestik Sudah Tak Terbendung

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:49 WIB

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:58 WIB

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:07 WIB

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Panasonic Tampilkan Solusi Modern Living & Building Terintegrasi di IndoBuildTech Expo 2026

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:30 WIB

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Tabel Pinjaman KUR BRI Juli 2026 Terbaru, Simulasi Angsuran Rp1 Juta hingga Rp100 Juta

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:34 WIB

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Liburan Lebih Hemat dengan Diskon Rp125.000 di tiket.com Pakai BRI Kartu Kredit

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:15 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Harga Emas Antam Berbalik Naik ke Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:48 WIB

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Asing Masih Genjar Jual Saham, IHSG Menguat Tipis Pekan Ini

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:47 WIB

Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia

Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:38 WIB

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Harga Cabai Rawit Naik Lagi, Telur Ayam Rp28.950 per Kg, Cek Daftar Harga Pangan Terbaru

Bisnis | Sabtu, 11 Juli 2026 | 09:36 WIB

×