Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.839,785
LQ45 580,916
Srikehati 283,634
JII 352,073
USD/IDR 18.034

IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat

Achmad Fauzi

Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:19 WIB
IHSG Bergerak Dua Arah Cenderung Menguat Pagi Ini, Saham Prajogo Pangestu Melesat
IHSG bergerak dua arah pagi ini. [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.]
  • IHSG di Bursa Efek Indonesia sempat dibuka melemah namun berhasil menguat ke level 6.147 pada Jumat pagi.
  • Perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp3,17 triliun dengan pergerakan saham yang didominasi oleh BREN sebagai top gainer.
  • Pasar diperkirakan masih mengalami konsolidasi akibat tekanan nilai tukar rupiah serta dampak dari rebalancing indeks MSCI global.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menghijau pagi ini meski saat dibuka indeks memerah. IHSG pada pembukaan, Jumat, 29 Mei 2026 dibuka melemah ke level 6.112.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tiba-tiba melesat ke level 6.147 atau naik 0,29 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 5,29 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,17 triliun, serta frekuensi sebanyak 186.300 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 248 saham bergerak naik, sedangkan 294 saham mengalami penurunan, dan 417 saham tidak mengalami pergerakan.

OJK sedang memproses seleksi jajaran direksi Bursa Efek Indonesia periode mendatang melalui mekanisme penilaian kemampuan dan kepatutan. [Antara]
IHSG mulai menguat lagi. [Antara]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, BREN, CUAN, BHAT, RSGK, dan OMRE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, UNIC, ASPR, TAMA, TALF, dan JGLE.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar diminta mewaspadai tekanan nilai tukar rupiah serta dampak rebalancing indeks MSCI yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek.

Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas dalam publikasi SAPA Mentari, secara teknikal IHSG masih berpotensi bergerak dalam tren konsolidasi melemah dengan area resistance di level 6.240 dan support di level 6.060.

Sebelumnya, pada perdagangan Kamis (28/5/2026), IHSG ditutup melemah 1,23 persen ke level 6.130. Pelemahan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aksi ambil untung (profit taking) dan tekanan yang terjadi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar maupun saham sektor komoditas.

Tercatat, investor asing masih melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,89 triliun di pasar reguler. Tekanan jual tersebut turut membebani laju indeks sepanjang perdagangan.

BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa reli saham-saham Grup Barito Pacific yang sempat menopang pergerakan indeks belum mampu menahan koreksi pasar yang semakin meluas.

Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pergerakan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level Rp16.800 per dolar Amerika Serikat. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu arus keluar modal asing (capital outflow) yang lebih besar dari pasar keuangan domestik.

"Pelaku pasar juga akan mencermati tekanan nilai tukar rupiah yang telah mendekati level 16.800 per dolar AS, sehingga berisiko mendorong capital outflow lebih lanjut," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Di sisi lain, pasar juga akan mencermati pelaksanaan effective date rebalancing MSCI yang berlangsung pada penutupan perdagangan hari ini. Momentum tersebut diperkirakan dapat meningkatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek seiring penyesuaian portofolio oleh investor institusi global.

Sementara itu, sentimen global cenderung positif setelah mayoritas indeks utama Wall Street ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,049 persen ke level 50.668,97. Kemudian S&P 500 menguat 0,58 persen menjadi 7.563,63 dan Nasdaq Composite naik 0,91 persen ke level 26.917,47.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan dua saham pilihan yang dapat dicermati investor, yakni PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

MSCI Bekukan Rebalancing, Begini Nasib Saham GOTO

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp 3,96 Triliun dalam Dua Hari, BBCA Jadi Bulan-bulanan

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:39 WIB

BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?

BSDE Didepak dari MSCI, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Emiten Farmasi MDLA Perkuat Bisnis Berkelanjutan, Gunakan Mobil Listrik

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:30 WIB

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Orang Kaya Tak Wajib Serok Surat Utang Danantara, Siapa yang Beli?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 19:23 WIB

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Perbaiki Arus Kas, Begini Strategi Emiten PPRO

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:46 WIB

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Dana Asing Keluar Lagi Rp 3,71 T Hari Ini, BBCA dan TPIA Jadi Sasaran

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:32 WIB

Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara

Badai PHK di Industri Tambang Akibat Pemangkasan RKAB, Kementerian ESDM Buka Suara

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:23 WIB

Harga Bakal Naik, MinyaKita Mulai Langka

Harga Bakal Naik, MinyaKita Mulai Langka

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:17 WIB

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Cerita Minuman Herbal KWT Mentari yang Jadi Jamuan di Pesta Pernikahan Anak Jokowi

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:11 WIB

Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM

Terendah dalam 6 Tahun, Purbaya Akui Surplus Neraca Perdagangan Susut Imbas Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 18:03 WIB

Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?

Benarkah Independensi BI Hilang Akibat UU P2SK?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 17:41 WIB

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Masyarakat Panik Banyak Tarik Uang di Bank?

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:50 WIB