Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dythia Novianty

Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
Ilustrasi kedelai yang akan diolah menjadi tahu di pabrik. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ratusan perajin tahu dan tempe di Lebak, Banten, mengalami krisis akibat lonjakan harga kedelai impor per Mei 2026.
  • Para pelaku usaha kecil terpaksa memperkecil ukuran produk guna mempertahankan operasional dan menghindari pemutusan hubungan kerja karyawan.
  • Sebanyak 550 unit usaha terancam gulung tikar sehingga mendesak pemerintah segera menstabilkan harga bahan baku tersebut.

Suara.com - Dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai memukul sektor riil hingga ke akar rumput.

Di Kabupaten Lebak, Banten, ratusan perajin tahu dan tempe kini berada di titik nadir akibat meroketnya harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama.

Berdasarkan pantauan Antara di lapangan pada Sabtu (30/5/2026), harga kedelai melonjak drastis dari angka normal Rp300.000 menjadi Rp545.000 per karung isi 50 kilogram.

Kondisi ini memaksa para pelaku usaha kecil melakukan strategi bertahan hidup yang pahit: memperkecil ukuran produk demi menghindari kebangkrutan.

Strategi Bertahan di Tengah "Badai" Impor

Mad Soleh (58), seorang perajin tahu di Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa dirinya tidak punya pilihan lain selain mengurangi dimensi tahu yang ia jual. Menurutnya, kenaikan harga kedelai dalam dua pekan terakhir terjadi hampir setiap hari.

"Kami sekarang terpaksa mengurangi ukuran menjadi lebih kecil agar bisa bertahan, karena harga kedelai melambung," ujar Mad Soleh.

Akibat lonjakan modal ini, omzet harian Soleh merosot tajam. Dari biasanya mampu mengolah 100 kg kedelai, kini ia hanya sanggup memproduksi 50 kg. Keuntungan bersihnya pun terpangkas separuh, dari Rp220.000 kini hanya tersisa Rp110.000 per hari.

Dilema Harga: Takut Pelanggan Lari, Pekerja Dirumahkan

baca juga

Persoalan serupa dialami Yanto, perajin tempe setempat. Ia mengaku berada dalam posisi dilematis karena tidak berani menaikkan harga jual ke konsumen di tengah daya beli masyarakat yang juga sedang tertekan.

"Kami memperkecil ukuran agar produksi tetap berjalan dan pekerja sebanyak tiga orang tidak dirumahkan," jelas Yanto.

Bagi Yanto dan banyak perajin lainnya, menjaga agar roda produksi tetap berputar adalah prioritas utama agar tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) di tingkat desa.

Namun, jika tren kenaikan ini terus berlanjut, bayang-bayang penutupan usaha menjadi kian nyata.

Ancaman Henti Produksi Massal

Keluhan senada datang dari Ujang (50), yang mengaku terpaksa "jual rugi" demi menjaga loyalitas pelanggan yang mayoritas adalah pedagang pasar. Ia memperingatkan bahwa tanpa intervensi pemerintah, industri tahu tempe bisa lumpuh total.

"Jika harga kedelai itu tidak dikendalikan, dipastikan (kami) menghentikan produksi," tegas Ujang.

Ilustrasi kedelai (Pixabay)
Ilustrasi kedelai (Pixabay)

Ketua Perajin Tahu Tempe Kabupaten Lebak, Liri, mencatat ada sekitar 550 unit usaha di wilayahnya yang kini terancam gulung tikar. Ia mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk segera turun tangan menstabilkan harga kedelai impor.

"Kami ingin harga kedelai kembali normal agar perajin bisa tumbuh dan menyerap tenaga kerja. Perlu pemerintah turun tangan untuk mengatasi lonjakan ini," pungkas Liri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.700 per Dolar, Pengamat Ungkap Faktor Penentu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 09:55 WIB

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Jeritan Orang Desa Saat Dolar Tembus Rp17.600, dari Dapur, Pasar, hingga Industri Tahu

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 08:02 WIB

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Rupiah Anjlok, Nasabah Mulai Berbondong-bondong Nabung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 11:14 WIB

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Tak Hanya Kelola Dana Pensiun, Asabri Kini Garap UMKM hingga Ekonomi Hijau

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:03 WIB

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 20:54 WIB

Pemerintah Wajibkan Dolar Hasil Ekspor Masuk Himbara, Apa Untung Ruginya?

Pemerintah Wajibkan Dolar Hasil Ekspor Masuk Himbara, Apa Untung Ruginya?

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 19:09 WIB

Terkini

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Pengabdian Menjadi Nilai Ibadah, PNM Berangkatkan Ratusan Karyawan ke Tanah Suci

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:29 WIB

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Daftar Saham HSC: Update BEI, Emiten Prajogo Pangestu Ikut Masuk List

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:16 WIB

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Purbaya: Prabowo Terus Pantau Kondisi Ekonomi RI, Diskusi Seminggu Sekali

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:52 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.039 Triliun, Beban Pemerintah Terus Membengkak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:48 WIB

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Harga Cabai Anjlok hingga 13%, Beras dan Daging Ayam Justru Kompak Naik

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:42 WIB

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

KAI Mulai Gunakan Biodiesel B50 secara Bertahap pada Lokomotif

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:41 WIB

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Ketegangan AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:18 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Rupiah Menguat ke Rp18.048 per Dolar AS, Inflasi Amerika yang Melandai Jadi Pendorong Utama

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 10:05 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Tahan Beli, Harga Emas Antam Melonjak Jadi Rp2.635.000 per Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:59 WIB

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

IHSG Betah di Zona Hijau, PRDL Langsung ARA

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 09:15 WIB

×