- BPS melaporkan kenaikan harga beras di seluruh lini distribusi Indonesia sepanjang bulan Mei tahun 2026.
- Harga beras di tingkat penggilingan mengalami kenaikan bulanan sebesar 0,58 persen dan tahunan sebesar 8,10 persen.
- Tingkat grosir dan eceran turut mencatat inflasi harga beras yang signifikan dibandingkan periode bulan sebelumnya.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kalau harga beras melonjak per Mei 2026. Kenaikan harga beras ini berlaku untuk semua lini mulai dari penggilingan, grosir, hingga eceran.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini menyatakan, rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 secara total naik 0,58 persen secara bulanan (month to month atau mtm). Begitu pula secara tahunan (year on year atau yoy) yang naik 8,10 persen per Mei 2026.
"Untuk rata-rata harga beras di penggilingan pada Mei 2026 ini secara total naik 0,58% secara month to month dan naik sebesar 8,10 persen secara year on year," katanya dalam konferensi pers yang disaksikan virtual, Selasa (2/6/2026).
Sedangkan di tingkat grosir, terjadi inflasi harga beras sebesar 0,68 persen mtm dan 6,11 persen secara yoy per Mei 2026. Begitu pula di tingkat eceran dengan kenaikan 0,38 persen mtm dan 4,55 persen yoy.
Sementara menurut kualitas di tingkat penggilingan, harga beras premium naik 0,56 persen mtm dan 12,81 persen yoy di Mei 2026. Lalu harga beras medium naik 0,79 persen mtm dan 6,57 persen yoy.
"Harga beras yang kami sampaikan ini merupakan rata-rata harga beras yang mencakup semua jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia," jelas Pudji.