- Harga minyak dunia naik lebih dari satu persen pada Rabu (3/6/2026) akibat eskalasi konflik militer di Timur Tengah.
- Iran meluncurkan rudal ke Kuwait dan Bahrain yang memicu serangan balasan Amerika Serikat ke fasilitas militer Iran.
- Gangguan distribusi di Selat Hormuz serta menyusutnya pasokan minyak Amerika Serikat mendorong lonjakan harga energi di pasar global.
Selain dipicu oleh faktor geopolitik yang memanas, tren kenaikan harga minyak dunia kali ini juga disokong kuat oleh indikator ketatnya pasokan dari negara produsen. Persediaan minyak mentah domestik di Amerika Serikat dilaporkan mengalami penyusutan selama tujuh pekan berturut-turut.
Berdasarkan rilis data berkala dari American Petroleum Institute (API), volume stok minyak mentah milik Negeri Paman Sam tersebut menyusut drastis hingga 6,8 juta barel untuk periode pekanan yang berakhir pada tanggal 29 Mei lalu.
Para investor kini tengah menanti rilis data statistik resmi terkait jumlah cadangan energi terupdate dari pemerintah AS melalui Badan Informasi Energi (EIA), yang dijadwalkan keluar pada Rabu pekan ini pukul 10.30 waktu setempat atau pukul 14.30 GMT.
Disclaimer: Segala bentuk informasi mengenai pergerakan harga komoditas, analisis pasar minyak dunia, dan proyeksi ekonomi dalam artikel ini bersifat edukasi dan referensi berita umum. Pasar komoditas energi memiliki tingkat risiko dan volatilitas yang sangat tinggi, sehingga keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.