Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga

Achmad Fauzi

Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04 WIB
Rupiah Dekati Rp 18.000 per USD, Begini Cara Melindungi Keuangan Keluarga
Ilustrasi mengatur keuangan (Pexels.com)
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS akibat akumulasi tekanan faktor eksternal serta domestik yang terjadi.
  • Pelemahan rupiah memicu kenaikan harga barang impor, biaya energi, serta inflasi yang menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan.
  • Ekonom menyarankan masyarakat mengelola keuangan dengan memprioritaskan kebutuhan pokok, menyediakan dana darurat, serta membatasi pinjaman berbunga tinggi.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terus meloyo, bahkan hampir menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS. Kondisi ini memberikan kekhawatiran terhadap masyarakat, karena harga barang-barang akan mengalami kenaikan, yang berimbas pada meningkatnya pengeluaran.

Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan masyarakat tidak perlu panik jika rupiah bergerak mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, yang terpenting adalah memahami dampak yang mungkin muncul terhadap pengeluaran rumah tangga dan menyesuaikan strategi keuangan sejak dini.

"Menurut saya, pelemahan rupiah yang semakin dekat ke Rp 18.000 per dolar AS bukan disebabkan satu faktor tunggal, melainkan akumulasi tekanan eksternal dan domestik yang terjadi bersamaan," ujar Josua Pardede saat dihubungi Suara.com, Kamis (4/6/2026).

Dampak Rupiah Melemah

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia menjelaskan, tekanan terbesar berasal dari kombinasi harga minyak dunia yang masih tinggi, kuatnya dolar AS, serta melemahnya surplus perdagangan Indonesia.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan dolar meningkat, sementara pasokan devisa dari perdagangan semakin menipis.

Josua menuturkan pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan harga berbagai barang yang bergantung pada bahan baku impor. Mulai dari elektronik, alat kesehatan, obat-obatan, komponen otomotif hingga energi dapat mengalami kenaikan biaya.

"Jika pelemahan rupiah berlanjut, dampak pertama adalah kenaikan biaya impor. Barang konsumsi impor, bahan baku industri, obat, alat kesehatan, mesin, komponen otomotif, elektronik, dan energi akan menjadi lebih mahal," jelasnya.

Tak hanya itu, tekanan terhadap inflasi juga berpotensi meningkat. Menurut Josua, biaya logistik dan energi yang lebih mahal pada akhirnya bisa diteruskan ke harga barang dan jasa yang dibayar masyarakat.

baca juga

"Dampak kedua adalah tekanan inflasi, terutama jika harga minyak tetap tinggi dan biaya logistik naik," jelasnya.

Siasat Atur Keuangan

Karena itu, Josua menyarankan masyarakat mulai memperkuat ketahanan keuangan rumah tangga.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memprioritaskan kebutuhan pokok dan menunda pembelian barang konsumsi yang tidak mendesak, terutama produk impor yang rentan mengalami kenaikan harga.

Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan dana darurat tersedia untuk menghadapi potensi kenaikan biaya hidup dalam beberapa bulan ke depan. Diversifikasi investasi juga dinilai penting agar risiko akibat gejolak pasar dapat diminimalkan.

Menurut Josua, masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap peningkatan beban pinjaman. Sebab, pelemahan rupiah yang disertai kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan biaya kredit.

"Dampak ketiga adalah tekanan terhadap dunia usaha, karena perusahaan yang punya pinjaman valas atau bergantung pada bahan baku impor akan menghadapi biaya lebih tinggi. Dampak keempat adalah penurunan daya beli masyarakat, karena harga barang naik sementara cicilan dan bunga kredit berpotensi ikut naik setelah BI menaikkan BI Rate," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Risiko Besar jika Rupiah Tembus Rp18.000, Siapa yang Dirugikan?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 07:45 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×