IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Liberty Jemadu

Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB
IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah
IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]
baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok 4,11 persen pada Rabu 3 Juni 2026 akibat keraguan investor terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.
  • Kondisi ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah, penyusutan kelas menengah, serta tekanan dari berbagai sentimen negatif pasar global.
  • Ujian kredibilitas pasar modal Indonesia selanjutnya akan ditentukan melalui peninjauan indeks global oleh MSCI dan FTSE pada Juni.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore (3/6/2026) anjlok dalam karena investor semakin meragukan kredibilitas kebijakan pemerintah rezim Prabowo Subianto.

IHSG ditutup melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 30,28 poin atau 4,89 persen ke posisi 588,99.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai investor kini tidak saja meragukan kebijakan kredibilitas, tapi juga dipengaruhi faktor lain seperti penyusutan kelas menengah, hingga nilai tukar rupiah yang ambruk. Alhasil, para investor kini tak lagi menganggap Indonesia sebagai pasar potensial.

"Pasar saat ini tidak lagi mempertanyakan kemampuan Indonesia untuk tumbuh, melainkan mempertanyakan kredibilitas Indonesia," ujar Liza di Jakarta, Rabu.

Liza memaparkan setidaknya terdapat lima kekhawatiran utama yang mendominasi sentimen investor. Kelimanya adalah governance and policy credibility (tata kelola dan kredibilitas kebijakan) pasca outlook negatif dari Moody's dan Fitch Rating, dan tekanan kurs rupiah yang mendekati level 18.000 per dolar AS.

Ketiga menyusutnya kelas menengah yang selama ini menjadi motor konsumsi domestik, foreign outflow (dana asing keluar) yang terus berlanjut, dan terakhir yang sedang hangat adalah meningkatnya leadership and policy communication risk di mata investor global.

"Apakah Indonesia sedang memasuki fase structural de-rating? Mungkin saja, tetapi belum tentu. Nyatanya saat ini pasar terlihat mulai memperlakukan Indonesia berbeda dibanding emerging markets lain," ujar Liza.

Indonesia ETF (EIDO) mencatat return minus 28,6 persen sejak awal 2025, sementara emerging markets naik 64,6 persen, Vietnam naik 63,2 persen, Taiwan naik 107,2 persen dan Amerika Serikat naik 30,9 persen.

"Dengan kata lain, investor global tidak sedang meninggalkan emerging markets, mereka secara spesifik sedang mengurangi eksposur terhadap Indonesia," ujar Liza.

baca juga

Pelemahan IHSG juga terasa semakin kontras saat beberapa bursa global justru mampu mencatatkan rekor baru masing-masing.

Liza menjelaskan fokus investor saat ini bergeser ke dua pekan paling krusial pada tahun ini. Pada 19 Juni 2026, akan berlangsung MSCI Global Market Accessibility Review dan FTSE Russell Global Equity Index Series Review, disusul oleh FTSE Rebalancing efektif 22 Juni 2026, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026.

Setelah Moody's dan Fitch, Liza menyebut bahwa FTSE dan MSCI berpotensi menjadi ujian berikutnya bagi kredibilitas pasar modal Indonesia.

"Menariknya, hampir seluruh berita buruk yang dapat dibayangkan investor sebenarnya sudah muncul dalam enam bulan terakhir, di antaranya rupiah melemah, foreign outflow meningkat, Moody's dan Fitch negatif, kekhawatiran terhadap S&P meningkat, serta MSCI dan FTSE melakukan review terhadap Indonesia," ujar Liza.

Namun demikian, Liza mengingatkan bahwa Indonesia hingga saat ini masih mempertahankan status investment grade, S&P masih mempertahankan outlook stabil, MSCI belum mengubah klasifikasi Indonesia, serta FTSE juga belum menempatkan Indonesia dalam downgrade watch list.

Menurut dia, artinya sebagian risiko yang saat ini ditakuti pasar masih berupa kemungkinan, bukan fakta yang telah terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Menkeu Purbaya Ramal Rupiah Menguat 3 Bulan Lagi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:34 WIB

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Rupiah Nyaris Jebol ke Rp18.000! Himbara Ramai-ramai Tunjuk Thomas Djiwandono, Ada Apa?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:25 WIB

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Mulai Kewalahan: Kami Tidak Bisa Sendirian!

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:53 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×