- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah pelemahan nilai tukar Rupiah disebabkan oleh kebijakan fiskal Pemerintah yang buruk.
- Pemerintah akan memaparkan data APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta pada minggu depan sebagai bukti transparansi.
- Laporan menunjukkan defisit APBN terkendali sebesar 0,7 persen dengan surplus keseimbangan primer dan kenaikan pendapatan pajak signifikan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah nilai tukar Rupiah lemah hingga Rp 18.000 per Dolar AS karena kebijakan fiskal dari Pemerintah.
Menkeu Purbaya tak menampik kalau saat ini banyak pihak yang menuding kalau Rupiah lemah karena fiskal. Ia akan membuktikan langsung kepada publik soal kebijakan Pemerintah lewat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 minggu depan.
"Banyak yang bilang gara-gara fiskalnya berantakan. Nanti kita ketemu minggu depan. Ada update fiskal APBN KiTa," kata Purbaya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (4/6/2026).
Bendahara Negara mengklaim kalau APBN KiTa edisi Mei 2026 lebih baik ketimbang April 2026. Ia juga membocorkan kalau defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya 0,7 persen hanya dalam waktu lima bulan sejak awal tahun.
Purbaya juga kembali menyinggung soal perhitungan ekonom terkait defisit APBN. Ia blak-blakan kalau banyak dari mereka yang malah melihat sisi negatif soal kondisi ekonomi RI.
"Pasti mereka akan lihat yang paling jelek. Jadi enggak apa-apa. Kita akan hitung. Kita selalu hitung berdasarkan prediksi ekonomi dengan prediksi yang benar. Bukan hanya sekian persen kali sekian," kukuh dia.
Ia lalu membocorkan kalau keseimbangan primer kembali surplus pada edisi Mei 2026, yang berarti kondisi di mana penerimaan negara lebih besar daripada seluruh belanja negara, tidak termasuk pembayaran bunga utang.
Bahkan pendapatan negara dari pajak juga diklaimnya lebih baik dibanding tahun lalu dengan persentase 22 persen secara year on year (yoy).
"Jadi reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan perpajakan yang amat signifikan. Sehingga anggaran kita amat aman," timpal dia.
"Jadi kalau ada isu oleh Pemerintah, kebijakannya ngawur, fiskalnya ugal-ugalan, enggak begitu. Kita makin bagus. Nanti saya kasih tahu nanti kalau kita meeting di APBN KiTa ya. Saya kasih lihat gambar 1 persen (defisit APBN) seperti apa," tegas Purbaya.