- PT Pertamina Geothermal Energy mendapatkan pendanaan internasional sebesar Rp7,8 triliun untuk mengembangkan tiga proyek panas bumi strategis nasional.
- Pendanaan tersebut dialokasikan untuk pembangunan PLTP Lumut Balai di Sumatera Selatan serta PLTP Lahendong di Sulawesi Utara.
- Proyek strategis ini bertujuan meningkatkan kapasitas energi nasional guna mendukung transisi energi bersih dan target net zero emission.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026, laba bersih perusahaan melonjak 40 persen menjadi 43,90 juta dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 31,35 juta dolar AS.
![[BeritaBali.com].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/06/11/97477-energi-baru-terbarukan-ebt-di-bali.jpg)
Pendapatan perusahaan juga meningkat 14,8 persen secara tahunan menjadi 116,56 juta dolar AS.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan produksi energi panas bumi yang terus mencetak rekor. Sepanjang 2025, PGE membukukan produksi listrik tertinggi sepanjang sejarah perusahaan atau all-time high sebesar 5.095 GWh.
Momentum positif berlanjut pada kuartal pertama 2026, di mana produksi listrik meningkat 15,22 persen secara tahunan menjadi 1.370 GWh.
"Masuknya proyek ke dalam Green Book menjadi tonggak penting menuju implementasi dan pengembangan lanjutan," tegas Ahmad Yani.
Dengan tambahan kapasitas dari tiga proyek baru tersebut, PGE diproyeksikan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia sekaligus mempercepat target transisi energi menuju net zero emission.
Selain meningkatkan ketahanan energi nasional, proyek PGE baru juga berpotensi mengurangi emisi karbon, menarik investasi hijau global, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi bersih.