Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Dicky Prastya

Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga gaya komunikasi pemerintah yang kurang optimal memicu pelemahan Rupiah serta IHSG.
  • Sentimen negatif pasar muncul akibat spekulasi defisit APBN Maret 2026 dan anggaran Badan Gizi Nasional yang membebani fiskal.
  • Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal tetap hati-hati dengan target defisit di bawah tiga persen untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga kalau gaya komunikasi Pemerintah menjadi faktor kelemahan yang berdampak pada menurunnya nilai tukar Rupiah ke Dolar AS hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Cuma Kelemahan kita adalah apa, kita kurang cukup baik menjelaskan ke publik mungkin," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).

Menkeu Purbaya mengatakan kalau sebenarnya ia sering bertemu dengan media tiap bulan. Ia pun curhat apakah memang ada komunikasi yang salah kepada para jurnalis.

"Padahal saya tiap bulan kan ketemu media. Kenapa media enggak bisa nyebarin ya? Berarti medianya enggak ngerti apa gimana," lanjutnya.

Bendahara Negara mengaku bingung soal pelemahan Rupiah hingga IHSG yang terjadi saat ini. Ia menduga kalau munculnya faktor kebijakan fiskal lantaran data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diumumkan pada Maret 2026 lalu.

Saat itu, Purbaya mengumumkan defisit APBN mencapai Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari sana muncul spekulasi kalau defisit APBN bakal melebihi 3 persen.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

"Kalau kita lihat data bulan Maret, seolah-olah defisitnya besar. 0,9 (persen) mereka kali empat, 3,6 (persen), artinya sudah lepas dari 3 persen limit kan? Itu yang digembar-gembor kan. Jadi utamanya itu," duga dia.

Faktor lain seperti anggaran jumbo Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap membebani fiskal juga dinilai Purbaya berdampak pada sentimen negatif ke ekonomi.

"Itu yang tu feed in ke pelemahan nilai tukar dan ke saham. Jadi orang-orang bilang berarti ekonominya morat-marit nih. Investor akan keluar. Karena apa? Karena lembaga pemeringkat akan men-downgrade kita karena pelaksanaan fiskalnya berantakan," paparnya.

Namun Purbaya sempat menemui lembaga pemeringkat global Standard and Poor’s (S&P). Dalam pertemuan itu, ia mengklaim S&P menilai menganggap kinerja fiskal Pemerintah cukup bagus.

Tapi S&P juga memperingatkan Purbaya bahwa ada ketidakpastian pasar karena nilai tukar Rupiah melemah, yang berarti faktor moneter. Hal ini membuat kebijakan fiskal bisa terganggu.

"Jadi bolak-bolak ini. Dari sini, bukan sana. Tapi lembaga pemeringkatnya bilang Rupiah yang mengganggu stabilitas, termasuk nanti kesenambungan fiskal. Padahal awalnya dari fiskal, fiskal ke sana kata mereka. Ketika fiskalnya bagus cari yang sebelah situ. Jadi saya pikir adalah miskonsepsi dari market atau analis yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek," beber dia.

Purbaya lalu menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sudah menjalankan kebijakan fiskal dengan hati-hati karena memastikan defisit APBN di bawah 3 persen.

Bahkan tahun depan ia menginginkan defisit APBN hanya 1,8 persen. Purbaya pun sempat merayu Presiden agar menaikkan sedikit defisit anggaran demi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kita tidak menjalankan kebijakan fiskal yang tidak hati-hati. Kami tahu apa yang kami kerjakan. Harusnya kalau itu beres kan, sananya beres Rupiahnya kan, karena mulainya dari sini. Tapi enggak, gara-gara Rupiah, fiskal bisa keganggu. Jadi terbolak-balik. Jadi memang ada sentimen negatif di pasar yang harus kita perbaiki," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 17:43 WIB

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:52 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar

Cerita Pemilik Toko Bangunan Tak Menyangka Terpilih Program KPP, Raih Pinjaman Modal Rp5 Miliar

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:20 WIB

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 17:43 WIB

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:52 WIB

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:31 WIB

Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026

Jadwal Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:29 WIB

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat

Satu Seperempat Abad Melayani Negeri, PT Pegadaian Konsisten Terdepan Melayani Masyarakat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:16 WIB

Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku

Biaya Jualan di e-commerce Berubah Total? Ini Penjelasan PMSE yang Resmi Berlaku

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:06 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB