Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah

Dicky Prastya

Senin, 08 Juni 2026 | 18:28 WIB
Rupiah-IHSG Ambruk, Purbaya Akui Kelemahannya Ada di Komunikasi Pemerintah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga gaya komunikasi pemerintah yang kurang optimal memicu pelemahan Rupiah serta IHSG.
  • Sentimen negatif pasar muncul akibat spekulasi defisit APBN Maret 2026 dan anggaran Badan Gizi Nasional yang membebani fiskal.
  • Pemerintah menegaskan kebijakan fiskal tetap hati-hati dengan target defisit di bawah tiga persen untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menduga kalau gaya komunikasi Pemerintah menjadi faktor kelemahan yang berdampak pada menurunnya nilai tukar Rupiah ke Dolar AS hingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Cuma Kelemahan kita adalah apa, kita kurang cukup baik menjelaskan ke publik mungkin," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).

Menkeu Purbaya mengatakan kalau sebenarnya ia sering bertemu dengan media tiap bulan. Ia pun curhat apakah memang ada komunikasi yang salah kepada para jurnalis.

"Padahal saya tiap bulan kan ketemu media. Kenapa media enggak bisa nyebarin ya? Berarti medianya enggak ngerti apa gimana," lanjutnya.

Bendahara Negara mengaku bingung soal pelemahan Rupiah hingga IHSG yang terjadi saat ini. Ia menduga kalau munculnya faktor kebijakan fiskal lantaran data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diumumkan pada Maret 2026 lalu.

Saat itu, Purbaya mengumumkan defisit APBN mencapai Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari sana muncul spekulasi kalau defisit APBN bakal melebihi 3 persen.

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

"Kalau kita lihat data bulan Maret, seolah-olah defisitnya besar. 0,9 (persen) mereka kali empat, 3,6 (persen), artinya sudah lepas dari 3 persen limit kan? Itu yang digembar-gembor kan. Jadi utamanya itu," duga dia.

Faktor lain seperti anggaran jumbo Badan Gizi Nasional (BGN) yang dianggap membebani fiskal juga dinilai Purbaya berdampak pada sentimen negatif ke ekonomi.

"Itu yang tu feed in ke pelemahan nilai tukar dan ke saham. Jadi orang-orang bilang berarti ekonominya morat-marit nih. Investor akan keluar. Karena apa? Karena lembaga pemeringkat akan men-downgrade kita karena pelaksanaan fiskalnya berantakan," paparnya.

baca juga

Namun Purbaya sempat menemui lembaga pemeringkat global Standard and Poor’s (S&P). Dalam pertemuan itu, ia mengklaim S&P menilai menganggap kinerja fiskal Pemerintah cukup bagus.

Tapi S&P juga memperingatkan Purbaya bahwa ada ketidakpastian pasar karena nilai tukar Rupiah melemah, yang berarti faktor moneter. Hal ini membuat kebijakan fiskal bisa terganggu.

"Jadi bolak-bolak ini. Dari sini, bukan sana. Tapi lembaga pemeringkatnya bilang Rupiah yang mengganggu stabilitas, termasuk nanti kesenambungan fiskal. Padahal awalnya dari fiskal, fiskal ke sana kata mereka. Ketika fiskalnya bagus cari yang sebelah situ. Jadi saya pikir adalah miskonsepsi dari market atau analis yang menganggap kita menjalankan fiskal dengan jelek," beber dia.

Purbaya lalu menegaskan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto sudah menjalankan kebijakan fiskal dengan hati-hati karena memastikan defisit APBN di bawah 3 persen.

Bahkan tahun depan ia menginginkan defisit APBN hanya 1,8 persen. Purbaya pun sempat merayu Presiden agar menaikkan sedikit defisit anggaran demi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kita tidak menjalankan kebijakan fiskal yang tidak hati-hati. Kami tahu apa yang kami kerjakan. Harusnya kalau itu beres kan, sananya beres Rupiahnya kan, karena mulainya dari sini. Tapi enggak, gara-gara Rupiah, fiskal bisa keganggu. Jadi terbolak-balik. Jadi memang ada sentimen negatif di pasar yang harus kita perbaiki," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 17:43 WIB

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Kepercayaan Investor Asing Hilang, Rupiah dan IHSG Kompak Melemah Hari Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:52 WIB

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Rupiah Jeblok ke Rp 18.100, Purbaya Ungkap Nasib Utang Pemerintah dan Subsidi Energi

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 16:42 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp 123,8 Triliun di Mei 2026, Purbaya Klaim Manufaktur Mulai Kuat

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:52 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Asing Borong Tombol Jual, Saham BCA Rontok Hampir 40% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 13:56 WIB

Terkini

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

×