BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:53 WIB
BI Rate Naik Mendadak, Pertanda Apa untuk Ekonomi Indonesia?
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga menjadi 5,5 persen melalui RDG mingguan guna merespons tekanan serius terhadap nilai tukar rupiah.
  • Langkah ini merupakan tindakan pencegahan dini dan bukan pertanda bahwa perekonomian Indonesia sedang berada dalam fase krisis ekonomi.
  • Pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal serta kepastian kebijakan untuk mendukung upaya Bank Indonesia dalam menstabilkan kondisi ekonomi nasional.

Suara.com - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga 5,5 persen secara mendadak bukan pertanda Indonesia masuk krisis.

Pasalnya, kenaikan BI Rate diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara mingguan. Dalam hal ini, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan keputusan ini merupakan cepat tanggap BI dalam mengurangi tekanan pada rupiah.

"Menurut saya, RDG mingguan dan keputusan kenaikan BI Rate menjadi 5,50 persen tidak otomatis berarti Indonesia sudah masuk fase krisis. Ini lebih tepat dibaca sebagai sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah sudah cukup serius sehingga BI perlu bergerak lebih cepat, tidak menunggu jadwal RDG bulanan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan, ini langkah pencegahan dini. Dan menegaskan bukan pengakuan bahwa ekonomi Indonesia sedang runtuh. 

Dalam kondisi nilai tukar bergerak terlalu cepat, respons yang lebih cepat justru dibutuhkan agar pelemahan rupiah tidak menjalar ke inflasi, arus modal, imbal hasil SBN, dan kepercayaan pelaku pasar.

"Namun, kita juga tidak boleh meremehkan sinyal ini. RDG di luar jadwal bulanan menunjukkan bahwa tekanan pasar sudah melebihi perkiraan BI sebelumnya," katanya.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Dia mengatakan, penyebabnya  bukan hanya faktor global seperti suku bunga Amerika Serikat (AS) yang tinggi, penguatan dolar AS, harga energi, dan ketegangan geopolitik, tetapi juga faktor domestik, seperti meningkatnya kebutuhan valas, keluarnya dana asing dari pasar saham dan SBN. 

Ditambah,  kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan fiskal dan kepastian kebijakan ekonomi.

"Artinya, Indonesia belum krisis, tetapi sedang menghadapi tekanan kepercayaan yang perlu dijawab dengan kebijakan yang lebih kuat dan konsisten," katanya.

baca juga

Josua menambahkan, ekonomi Indonesia masih memiliki bantalan yang cukup kuat. 

Cadangan devisa masih memadai, inflasi masih dalam sasaran, sistem perbankan masih kuat, dan aktivitas ekonomi domestik belum menunjukkan pelemahan yang ekstrem. Namun, kualitas ketahanannya sedang diuji.

"Pertumbuhan masih ada, tetapi pasar menilai risiko ke depan meningkat, terutama terkait tekanan rupiah, defisit eksternal, beban fiskal, arah belanja pemerintah, dan kepastian regulasi," katanya.

Menurutnya, persoalan bukan ekonomi Indonesia buruk secara menyeluruh, melainkan pasar sedang meminta bukti bahwa kebijakan ekonomi tetap disiplin dan dapat dipercaya.

Perbedaan antara tekanan pasar dan krisis perlu ditegaskan. Krisis biasanya ditandai oleh cadangan devisa yang tidak memadai, inflasi tidak terkendali, kepanikan perbankan, pembiayaan pemerintah sulit dilakukan, dan ekonomi riil jatuh tajam.

"Kondisi Indonesia saat ini belum mengarah ke sana. Tetapi tekanan pasar bisa berubah menjadi masalah yang lebih besar jika otoritas terlambat merespons atau komunikasi kebijakan tidak meyakinkan," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Ikut Urus Sektor Riil dan Ciptakan Lapangan Kerja di RUU P2SK, Purbaya Akui Tiru AS

BI Ikut Urus Sektor Riil dan Ciptakan Lapangan Kerja di RUU P2SK, Purbaya Akui Tiru AS

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 08:14 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 08:54 WIB

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Prabowo Soroti Ketimpangan Ekonomi: RI Kaya Nikel hingga Emas, Rakyat Jangan Hanya Jadi Penonton

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 14:11 WIB

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bank Indonesia Bongkar Penyebab Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 08:02 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Ekosistem UMKM Makin Kuat

Bekaci | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

Gubsu Bobby Nasution Minta Publik Hentikan Komentar Negatif terhadap Korban MBG di Karo

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:53 WIB

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Lima Tahun Holding Ultra Mikro, UMKM Makin Naik Kelas

Bogor | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Pepatah Lama Kini Dibantah Gen Z, Benarkah Nasihatnya Tak Lagi Relevan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:50 WIB

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Cara Memilih Body Serum untuk Mencerahkan Kulit, Lengkap dengan Rekomendasi Murahnya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:48 WIB

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Holding Ultra Mikro 5 Tahun, Jutaan UMKM Makin Berdaya

Surakarta | Minggu, 13 September 2026 | 11:47 WIB

×