Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

PSN Papua Selatan Bakal Serap 15 Ribu Tenaga Kerja pada 2027

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB
PSN Papua Selatan Bakal Serap 15 Ribu Tenaga Kerja pada 2027
Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikembangkan di wilayahnya menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto ist.
  • PSN Papua Selatan dorong ketahanan pangan dan energi nasional.
  • Proyek bioetanol serap 3.500 pekerja, target 15 ribu pada 2027.
  • Pemprov minta 80% tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal Papua.

Suara.com - Pemerintah Provinsi Papua Selatan menilai berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikembangkan di wilayahnya menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, pembangunan yang dijalankan pemerintah berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan energi nasional melalui pengembangan sawah skala besar untuk produksi beras serta pembangunan perkebunan tebu yang terintegrasi dengan industri bioetanol.

"Tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semua negara melakukan pembangunan dengan satu tujuan, yaitu agar rakyatnya hidup lebih sejahtera," kata Apolo, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh terhambat oleh perdebatan politik maupun kampanye penolakan yang berkembang di tengah masyarakat. Justru, berbagai persoalan sosial yang selama ini menjadi tantangan di Papua perlu dijawab melalui peningkatan kesejahteraan dan pembukaan peluang ekonomi baru.

Apolo menjelaskan, PSN di Papua Selatan tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Salah satu proyek yang telah menunjukkan dampak ekonomi adalah pengembangan perkebunan tebu terintegrasi bioetanol. Saat ini, proyek tersebut telah menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja dan ditargetkan meningkat menjadi 15 ribu pekerja pada 2027.

Pemerintah daerah juga mendorong agar manfaat ekonomi proyek lebih banyak dinikmati masyarakat setempat. Untuk itu, Pemprov Papua Selatan meminta perusahaan pelaksana proyek mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal.

"Kami meminta agar sekitar 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua Selatan," ujarnya.

Apolo menegaskan, keberadaan proyek-proyek strategis tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara yang selama ini diharapkan masyarakat. Karena itu, pembangunan perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah mengakui masih terdapat perbedaan pandangan terkait pelaksanaan PSN. Namun, menurut Apolo, dinamika tersebut merupakan hal yang wajar dalam setiap proses pembangunan.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat agar dapat menilai manfaat dan tantangan pembangunan secara objektif.

Selain aspek ekonomi, Apolo memastikan seluruh proyek tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan melalui pemenuhan analisis dampak lingkungan dan program pengelolaan serta pemantauan secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, Pemprov Papua Selatan berharap PSN mampu menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, sekaligus menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan taraf hidup masyarakat Papua.

"Pembangunan harus diukur dari meningkatnya taraf hidup masyarakat. Itu yang menjadi fokus utama kami," pungkas Apolo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

Pemerintah Diminta Tidak Perkeruh Ekonomi dengan Regulasi yang Membingungkan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:50 WIB

Terkini

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Pipa Cisem II Beroperasi Penuh, KITB Dapat Suntikan Energi Baru

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:23 WIB

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Borok Investasi Asing Mencuat, Sering Terlantarkan Hak Pekerja

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:17 WIB

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Purbaya Pede Rupiah Bisa Menguat hingga Rp 16.800 per Dolar AS Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:58 WIB

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Kereta 12 Rangkaian Akan Layani Green Line Tanah Abang - Rangkasbitung

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:27 WIB

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Pemerintah Tepat Naikkan Harga Pertamax

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:58 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:32 WIB

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Kenaikan Pertamax Bikin Kaget, Pengguna Xpander Menjerit: Rp480 Ribu Pun Belum Bisa Full Tank!

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:26 WIB

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Terungkap, Harga Pertamax Aslinya Rp21.000 per Liter

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:01 WIB