- COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan harga Pertamax saat ini baru mencapai 50 persen dari nilai keekonomian aslinya.
- Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
- Kebijakan penyesuaian harga Pertamax dinilai tidak akan memicu inflasi karena menyasar konsumen dari kalangan menengah ke atas.
Suara.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria menyebutkan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax yang dijual kini hanya 50 persen dari harga aslinya.
Menurutnya, harga Pertamax juga telah berkoordinasi dengan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Adapun, Pertamina telah menaikan harga Pertamax dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter.
"Tetapi itu pun sebetulnya kita hanya 50 persen dari harga realnya. Dan itu sudah melewati proses dengan Menteri ESDM," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang dikutip, Kamis (11/6/2026).
![Kepala Pusat Makroekonomi Indef menilai kenaikan harga Pertamax di Jakarta pada 10 Juni 2026 merupakan langkah fiskal yang rasional dari pemerintah. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/52590-harga-pertamax.jpg)
Dony yang juga menjabat Kepala BP BUMN menegaskan, pada dasarnya BBM Pertamax ini non-subsidi, sehingga harganya mengikuti minyak dunia.
Artinya, jika harga minyak dunia mengalami kenaikan, maka harga BBM non-subsidi berpotensi ikut melonjak.
"Itu memang kan, memang mandatnya kalau Pertamax itu harus mengikuti harga pasar kan. Kalau tidak nanti masa ditanggung terus-terusan," bebernya
Dony juga menambahkan, rata-rata konsumen BBM Pertamax merupukan kelas menengah ke atas. Dengan begitu ia memanang, tidak akan berdampak kenaikan inflasi ke depannya.
"Tidak, tidak akan berdampak seperti itu (inflasi). Karena kan pemakaian Pertamax ini kan kelas menengah ke atas. Bukan untuk industri, bukan untuk transportasi massal," bebernya.
Harga Sudah Wajar
PT Pertamina (Persero) secara tiba-tiba menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertama dan Pertamax Green mulai, Rabu 10 Juni 2026.
Kenaikan ini tidak biasa dari Pertamina, karena secara normal BUMN migas itu menetapkan harga penyesuaian itu pada awal bulan atau tanggal 1.
Adapun, harga Pertamax naik Rp 3.900 per liter dari Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. Kemudian harga BBM Pertamax Green naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.
Pertamina menyebeut, kenaikan harga tersebut sudah sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar wajar atau keekonomian.
"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, di Jakarta.