Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:36 WIB
Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis
Ilustrasi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa tidak berkaitan dengan menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.
  • ESDM pastikan listrik padam di Jawa bukan akibat stok batubara menipis.
  • Gangguan listrik disebut murni karena kendala teknis sistem kelistrikan.
  • Pasokan energi PLN aman, isu pemadaman berkepanjangan dibantah ESDM.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pemadaman listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa tidak berkaitan dengan menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan gangguan listrik yang terjadi di beberapa daerah disebabkan oleh kendala teknis, bukan karena masalah ketersediaan bahan bakar pembangkit.

"Tidak ada pasokan batu bara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang," ujar Anggia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus merespons beredarnya spekulasi bahwa gangguan listrik dipicu oleh terbatasnya pasokan batubara ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Anggia juga membantah kabar yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik berkepanjangan di Pulau Jawa. Menurutnya, kondisi sistem kelistrikan masih berada dalam status aman dan terkendali.

"Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman dan lain-lain, itu tidak benar, dipastikan tidak benar," tegasnya.

Lebih lanjut, ESDM memastikan proses pengajuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batubara tahun 2026 tidak mengganggu pasokan energi untuk kebutuhan pembangkit listrik nasional.

Menurut Anggia, pemerintah juga telah menyiapkan skema relaksasi kuota produksi batubara secara bertahap guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan pasokan energi domestik.

"Pak Menteri sudah menyampaikan terkait RKAB ini ada relaksasi bertahap, melihat bagaimana kebutuhan dan tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dengan kuota batubara yang tersedia. Jadi tidak ada gangguan terkait pasokan atau suplai energi untuk PLN," katanya.

Sebelumnya, pemadaman listrik dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, termasuk Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Durasi gangguan bervariasi, mulai dari beberapa menit hingga berjam-jam, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terkait keandalan pasokan listrik nasional.

Meski demikian, pemerintah menegaskan pasokan energi primer untuk pembangkit dalam kondisi aman dan gangguan yang terjadi murni bersifat teknis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:20 WIB

Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya

Bursa Mineral Masih Gelap, Bahlil Lagi Cari Formulanya

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 18:35 WIB

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bea Keluar Batubara Belum Layak Dibahas Saat Ini

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 15:31 WIB

Terkini

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:28 WIB

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:20 WIB

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:56 WIB

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:43 WIB

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:38 WIB

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:32 WIB

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:29 WIB

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:24 WIB

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:22 WIB