- Wakil PM Singapura Gan Kim Yong mendukung kebijakan ekspor satu pintu PT DSI yang berlaku mulai 1 Januari 2027.
- Pemerintah Indonesia dan Singapura memperkuat kemitraan ekonomi bilateral melalui enam kelompok kerja dalam pertemuan tingkat menteri di Jakarta.
- Kerja sama kedua negara mencakup pengembangan investasi, kawasan ekonomi, transportasi, pariwisata, ketenagakerjaan, serta sektor agribisnis secara berkelanjutan.
Suara.com - Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong merespons kebijakan Pemerintah Indonesia soal ekspor satu pintu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia atau PT DSI.
Gan Kim Yong mengatakan kalau Singapura memahami bahwa setiap negara memiliki prioritas dan tantangan masing-masing dalam mengelola komoditas. Bahkan ia siap untuk tetap bekerja sama dengan Indonesia.
"Singapura akan bekerja bersama dengan Indonesia untuk memastikan Indonesia terus menjadi sebuah tujuan investasi yang menarik untuk Singapura," katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Kamis (11/6/2026).
Ia juga bakal terus mendorong pengusaha maupun perusahaan Singapura untuk adaptasi soal aturan baru ekspor tersebut serta mencari jalan terbaik dengan regulasi baru.
"Kita akan terus bekerja bersama dengan perusahaan Singapura untuk mencari cara untuk bekerja bersama dengan Indonesia. Untuk memastikan ekspor kita ke Indonesia dan ekspor kita ke Indonesia akan terus berkembang," lanjutnya.
Diketahui kebijakan BUMN ekspor PT DSI berlaku untuk komoditas unggulan RI seperti kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy atau paduan besi. Aturan ini akan berlaku penuh pada 1 Januari 2027 mendatang.
Diketahui Pemerintah Indonesia dan Singapura mengumumkan kerja sama sama ekonomi bilateral dalam the 16th Ministerial Meeting of Six Economic Working Groups Indonesia-Singapore (MM 6WG).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kerja sama ini mencakup kerangka enam working groups (WG) meliputi Batam-Bintan-Karimun (BBK) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Investasi, Transportasi, Pariwisata, Ketenagakerjaan, dan Agribisnis.
Menko Perekonomian mengungkapkan kalau Indonesia dan Singapura adalah mitra strategis yang memiliki hubungan ekonomi yang erat dan saling menguntungkan dengan kekuatan ekonomi masing-masing yang saling melengkapi.
"Sinergi tersebut telah menjadi landasan utama bagi keberlanjutan kemitraan kedua negara, serta semakin memperkuat relevansinya dalam menghadapi tantangan dan persaingan global yang kian kompleks dan dinamis,” katanya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).
Dalam perkembangan kerja sama di wilayah BBK, realisasi investasi meningkat dari USD 4,61 miliar pada tahun 2024 menjadi USD 5,71 miliar pada tahun 2025.
Selain itu perluasan Kawasan Batam Free Trade Zones dari 8 menjadi 22 pulau telah resmi berlaku, sementara Nongsa Digital Park semakin berkembang sebagai pusat digital regional dengan beroperasinya sejumlah pusat data. Pembangunan koneksi kabel bawah laut ke Singapura juga ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
Di bidang investasi, Kendal Industrial Park telah mencapai kapasitas penuh dan saat ini telah memasuki tahap ekspansi. Kerja sama energi hijau kedua negara juga semakin konkret melalui pengembangan salah satu proyek pembangkit listrik tenaga surya terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sulawesi Tengah.
Kerja sama pengembangan SDM turut diperkuat melalui program Tech:X dan Youth Mobility Programme yang bertujuan meningkatkan konektivitas talenta digital kedua negara serta mengoptimalkan potensi ekonomi digital.
Pada sektor transportasi, konektivitas udara Indonesia–Singapura telah mencakup 17 rute kota dengan dibukanya penerbangan baru maskapai Scoot ke Belitung dan Pontianak. Selain itu, kedua negara sedang menjajaki kerja sama antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines dalam kerangka bilateral Air Service Agreement.
Di bidang agribisnis, kerja sama akan diperkuat melalui implementasi Work Plan 2026–2030. Sebagai bagian dari upaya pengembangan generasi baru inovator pertanian, 13 petani muda Indonesia berpotensi tinggi akan mengikuti program pelatihan pertanian di Singapura pada Juni 2026.
Di sektor pariwisata, mobilitas masyarakat kedua negara juga terus meningkat dengan 2,44 juta warga Indonesia berkunjung ke Singapura dan 1,5 juta warga Singapura berkunjung ke Indonesia pada tahun 2025.
Kedua negara juga terus mendorong pengembangan wisata kapal pesiar, program destination twinning di sekitar Labuan Bajo, serta kolaborasi MICE yang dipimpin oleh sektor swasta.