Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Mendag Dorong Mahasiswa Juga Jadi Aktivis Ekspor

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:05 WIB
Mendag Dorong Mahasiswa Juga Jadi Aktivis Ekspor
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa menjadi aktivis ekspor. [Suara.com/Fajar]
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong mahasiswa IPB menjadi aktivis ekspor melalui program Campuspreneur pada Jumat, 12 Juni 2026.
  • Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan 19 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor serta akses penghubung ke pembeli internasional.
  • Mahasiswa diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi agregator produk UMKM untuk menembus pasar perdagangan global secara luas.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan mendorong mahasiswa Indonesia tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi kampus, tetapi juga menjadi pelaku usaha yang mampu menembus pasar global.

Pria yang akrab disapa Busan itu bahkan memperkenalkan istilah "aktivis ekspor" untuk menggambarkan generasi muda yang aktif membangun bisnis dan memanfaatkan berbagai peluang perdagangan internasional yang telah dibuka pemerintah.

Hal itu disampaikan Busan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Campuspreneur di Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (12/6/2026).

Menurut Busan, pemerintah saat ini tengah memperluas program Campuspreneur yang bertujuan mencetak lebih banyak eksportir dari kalangan mahasiswa.

Ia mengungkapkan Kementerian Perdagangan telah bekerja sama dengan 19 perguruan tinggi untuk memberikan pelatihan ekspor hingga mempertemukan mahasiswa dengan calon pembeli dari luar negeri.

"Kita pengin anak-anak kita, para mahasiswa itu nanti kalau lulus langsung jadi pengusaha, jadi entrepreneur," kata Busan melalui akun Youtube Kemendag.

Ia menilai pola pikir mahasiswa yang hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus perlu mulai diubah. Sebab, dunia usaha pada dasarnya dibangun untuk menghasilkan keuntungan, bukan semata-mata menampung tenaga kerja.

"Tadi Mas Fiki bilang jangan lulus sibuk mencari pekerjaan, Pak. Tapi bisa menciptakan pekerjaan untuk lingkungan kita dan untuk diri kita sendiri," ujarnya.

Busan mengatakan mahasiswa harus mulai membangun jiwa kewirausahaan sejak berada di bangku kuliah agar mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Karena itu, ia berharap program Campuspreneur dapat didukung lebih luas oleh dunia pendidikan tinggi, termasuk melalui integrasi ke dalam kegiatan akademik di kampus.

"Saya pikir kalau nanti Pak Menteri ada program, sehingga Adik-Adik ini bisa semacam mata kuliah. Kalau Pak Rektor tadi bilang Adik-Adik bisa jadi mata kuliah nanti ada SKS tertentu," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Busan juga menanggapi pandangan bahwa mahasiswa harus menjadi aktivis. Namun menurutnya, aktivisme yang dibutuhkan saat ini adalah aktivitas yang mampu menghasilkan dampak ekonomi nyata.

"Dan tadi Pak Rektor juga menginginkan anak-anak kita itu jadi aktivis Pak. Jadi aktivis, semua harus jadi aktivis, tapi aktivis ekspor," ungkapnya.

Busan menilai peluang ekspor bagi generasi muda kini semakin terbuka karena pemerintah terus menyelesaikan berbagai perjanjian dagang dengan negara-negara mitra.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga memiliki jaringan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara yang siap membantu pelaku usaha nasional mencari pembeli di luar negeri.

Menurut dia, mahasiswa yang belum memiliki pabrik atau produk sendiri tetap bisa terlibat dalam kegiatan ekspor dengan menjadi agregator produk UMKM.

"Jadi Adik-Adik jangan khawatir, 'Wah saya nggak punya produk Pak, saya nggak punya pabrik'. Tidak harus begitu. Eksportir atau anak-anak mahasiswa ini bisa menjadi agregator," ujar Busan.

Ia mencontohkan salah satu mahasiswa bernama Filki yang berhasil memperoleh pembeli dari luar negeri melalui ajang Trade Expo Indonesia dan pameran dagang yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.

Ke depan, Busan berharap semakin banyak mahasiswa yang berani memiliki mimpi menjadi eksportir dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

"Jadi sekarang harus punya cita-cita. Makanya harus punya cita-cita, punya impian. Mimpi yang membuat kita maju adalah mimpi yang membuat kita tidak bisa tidur," ucap Busan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:57 WIB

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Hak Ekspor CPO Milik Eksportir Masih Berlaku, Tak Direbut PT DSI

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 20:52 WIB

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Rupiah Semakin Tak Bernilai, Indonesia Barter Baja dan Bahan Baku Tekstil dengan Filipina

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 14:52 WIB

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Terkini

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Pemerintah Batal Naikkan Harga Minyakita

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:48 WIB

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

DJP Klaim Aturan Baru PPh Final Bikin UMKM Naik Kelas, Bukan Bebani Administrasi Pajak

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:47 WIB

BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:31 WIB

Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:23 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Danantara Sumberdaya Indonesia Urus Ekspor RI Tahun Depan, Bagaimana Nasib Bea Cukai?

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:09 WIB

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang

BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:58 WIB

IHSG Tembus Level 6.000, DSSA dan BUMi Jadi Jagoan

IHSG Tembus Level 6.000, DSSA dan BUMi Jadi Jagoan

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:52 WIB

Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI

Free Float Seret, FPNI Belum Kantongi Strategi Pasti Penuhi Ketentuan BEI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:40 WIB

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:39 WIB

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Usut Pemadaman Listrik di Jawa, ESDM Panggil PLN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:30 WIB