- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melobi Pemerintah dan investor China untuk mendukung penerbitan surat utang Panda Bond Indonesia.
- Pemerintah Indonesia akan memulai proses penerbitan Panda Bond di China mulai minggu depan untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan negara.
- Langkah strategis ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi serta meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral kedua negara.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merayu Menkeu China Lan Fo’an dan para investor China untuk mendukung penerbitan panda bond milik Pemerintah Indonesia.
Hal ini disampaikan Purbaya saat melakukan kunjungan kerja ke China sejak Rabu (17/6/2026). Panda Bond sendiri adalah instrumen surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing seperti pemerintah negara lain atau perusahaan multinasional di pasar domestik Tiongkok, dan didenominasikan dalam mata uang lokal yaitu Yuan atau Renminbi (RMB).
Menkeu Purbaya mengungkapkan kalau Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di sana adalah penguasa banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China termasuk CITIC (China International Trust Investment Corporation) dan lainnya yang memiliki dana besar.
"Sehingga dukungan dari Kementerian Keuangan China amat penting untuk kesuksesan penerbitan panda bond," katanya dalam keterangan video, dikutip Kamis (18/6/2026).
Dalam kunjungan kerja itu, Purbaya mengatakan kalau dirinya masih terus menjalin komunikasi dengan investor. Namun ia memastikan Pemerintah RI bakal memulai proses penerbitan Panda Bond minggu depan.
"Kan kita masih komunikasi dengan investor sekarang dan besok. Minggu depan kita akan mulai proses penerbitan panda bond," jelasnya.
Sebagai informasi, salah satu agenda utama kunjungan kerja Menkeu ke Beijing adalah mempersiapkan penerbitan sovereign Panda Bond. Pemerintah memandang instrumen tersebut sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok.
Penerbitan sovereign Panda Bond juga diharapkan dapat mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT) serta mendorong pendalaman kerja sama keuangan kedua negara.
Selain melakukan pertemuan dengan Menkeu Tiongkok, Purbaya juga dijadwalkan bertemu dengan para pelaku usaha dan investor. Dalam rangkaian kunjungan itu, Menkeu juga akan mengadakan pertemuan dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).