- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pembukaan kantor cabang Asian Infrastructure Investment Bank di Jakarta pada tahun 2027.
- AIIB berkomitmen menyalurkan dana sebesar 17 miliar Dolar AS untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional periode 2025 hingga 2029.
- Pemerintah Indonesia berhasil mengamankan kesepakatan pendanaan strategis tersebut guna memperkuat kapasitas pembiayaan serta mempercepat pelaksanaan proyek nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kalau Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) bakal segera buka kantor di Indonesia pada 2027.
Hal ini diungkapkan Menkeu Purbaya saat melakukan kunjungan kerja ke China sejak Rabu (17/6/2026) lalu. Selain investor, ia juga sudah bertemu dengan Menteri Keuangan China Lan Fo’an.
"AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menerima baik niat mereka itu, dan saya harapkan Juni tahun depan kantornya sudah berdiri," kata Purbaya lewat keterangan video, dikutip Jumat (19/6/2026).
Selain buka kantor, Purbaya juga menyampaikan kalau AIIB berkomitmen untuk mengucurkan pendanaan sebanyak 17 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 302,7 triliun.
Utang itu nantinya dipakai untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025–2029.
Menkeu Purbaya menyebut, dukungan pendanaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pembiayaan pembangunan nasional dan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.
![Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa saat bertemu dengan pihak Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Kantor AIIB, Beijing, China. [Dok. Humas Kemenkeu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/18/62173-menkeu-purbaya-yudhi-sadewa.jpg)
“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar Dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” katanya usai pertemuan di Kantor AIIB, dikutip dari siaran pers, Kamis (18/6/2026).
Bendahara Negara menjelaskan bahwa pendanaan tersebut merupakan bagian dari Multi-Year Rolling Pipeline yang telah dibahas bersama AIIB.
Meskipun sebagian program telah dirancang sebelumnya, Pemerintah RI berhasil memastikan keberlanjutan komitmen pendanaan dari lembaga multilateral tersebut guna mendukung agenda pembangunan nasional dalam beberapa tahun mendatang.