Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Achmad Fauzi

Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
Ilustrasi Coffee Shop (Pexels/Afta Putta Gunawan)
baca 10 detik
  • Muhammad David mendirikan Sekata Kopi dengan menerapkan konsep rumah kedua untuk menghadapi ketatnya persaingan bisnis kedai kopi.
  • Strategi bisnis ini lahir melalui riset mendalam di Jakarta dan Medan guna menciptakan pengalaman emosional bagi pelanggan.
  • Penerapan konsep tersebut berhasil membangun basis pelanggan loyal serta menciptakan ruang komunitas yang nyaman bagi berbagai kalangan.

Suara.com - Persaingan bisnis kedai kopi kini sangat tinggi dan berisiko. Karena, setiap gang di suatu daerah kini memiliki kedai kopi, sehingga perlu strategi untuk bertahan di bisnis ini.

Para pelaku usaha kedai kopi bisa menggunakan strategi konsep 'Rumah Kedua' dalam jalankan bisnis. Hal ini yang dilakukan oleh Sekata Kopi yang didirkan oleh Muhammad David.

David menjelaskan, ide tersebut lahir dari hasil riset panjang yang dilakukannya sebelum membuka usaha. Saat pandemi Covid-19 melanda dan bisnis event organizer (EO) yang digelutinya terpukul, ia mulai mencari peluang usaha baru yang lebih menjanjikan.

Sebelum memutuskan terjun ke industri kopi, David melakukan riset ke 15 coffee shop di Jakarta dan lima coffee shop di Medan. Tujuannya sederhana, membangun bisnis yang efisien namun memiliki konsep yang kuat.

"Saya duduk di seafood pinggir jalan melihat karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita yang modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun bisnis F&B itu tidak perlu uang yang gede-gede, sih. Tapi yang paling penting adalah riset dan konsep yang pas," ujar David seperti dikutip, Minggu (21/6/2026).

Ilustrasi gambar kedai kopi (Pexels)
Ilustrasi kedai kopi (Pexels)

Berbekal riset tersebut, ia kemudian membangun Sekata Kopi dengan modal di bawah Rp150 juta. Alih-alih bersaing lewat harga atau menu yang rumit, David fokus menciptakan pengalaman emosional bagi pelanggan.

Menurutnya, coffee shop saat ini tidak lagi sekadar tempat membeli kopi, tetapi juga ruang untuk bekerja, bertemu teman, hingga mencari kenyamanan.

"Bagaimana caranya kita buat yang feel like home. Mulai dari barista yang menyambut konsumen layaknya kawan. Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya balik ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua yaitu Sekata Kopi. Kita tidak hanya menjual kopi, tapi seperti hashtag kita sebagai rumah kedua," tutur David.

Strategi tersebut dianggap terbukti efektif. Di tengah maraknya kedai kopi, Sekata Kopi berhasil membangun basis pelanggan loyal yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk berinteraksi dan membangun komunitas.

baca juga

David bahkan mengaku tidak lagi melihat coffee shop lain sebagai pesaing langsung. Baginya, setiap pelaku usaha F&B memiliki pasar dan keunikan masing-masing.

Konsep 'Rumah Kedua' juga membuat Sekata Kopi berkembang menjadi ruang berkumpul berbagai komunitas. Mulai dari komunitas olahraga hingga kelompok-kelompok kreatif rutin menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi kegiatan mereka.

Selain mengandalkan suasana yang nyaman, Sekata Kopi juga berupaya menangkap perubahan perilaku konsumen melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan menyediakan area khusus bagi pengguna produk tembakau alternatif seperti vape dan produk tembakau yang dipanaskan.

Menurut David, langkah tersebut diambil setelah melihat semakin banyak pelanggan yang beralih menggunakan produk tembakau alternatif dibanding rokok konvensional.

"Produk tembakau alternatif tidak seperti rokok, enggak membuat bau dan menimbulkan asap. Jadi, pas buat coffee shop-nya kita sehingga pengunjung lain tidak akan terganggu," ujar David.

"Yang paling penting adalah ketika punya ide, yang paling penting adalah buat business plan. Bisnis apa pun, sekecil apa pun, business plan itu harus dibuat. Dan enggak ada yang enggak mungkin," pungkas David.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selangor Bawa 150 Delegasi ke Bandung Untuk Forum Bisnis ASEAN

Selangor Bawa 150 Delegasi ke Bandung Untuk Forum Bisnis ASEAN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:05 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Terkini

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Tiket Pesawat Gratis PPN dan Diskon Kereta, Ini Rincian Stimulus Ekonomi Rp26,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:38 WIB

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

BI Siapkan Wirausaha Baru dan Jutaan Peluang Kerja lewat Program Transformasi UMKM Nasional

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:24 WIB

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Gejolak Timur Tengah Bikin LNG Mahal, Indonesia Tak Bisa Menghindar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Pertamina: Investasi Terbaik Bukan Teknologi, Tapi SDM Unggul

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:33 WIB

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:16 WIB

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 06:05 WIB

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 22:19 WIB