- PT Bach Multi Global Tbk, bagian dari Grup Djarum, melakukan penawaran umum perdana saham untuk mendapatkan modal kerja.
- Perusahaan melepas 615 juta lembar saham dengan rentang harga Rp400 hingga Rp500 untuk meraih dana Rp307,5 miliar.
- Proses penawaran awal berlangsung pada 22–24 Juni 2026 dan saham dijadwalkan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 7 Juli.
Suara.com - Pasar modal Indonesia kembali bersiap kedatangan calon emiten baru di sektor infrastruktur pendukung telekomunikasi dan ketenagalistrikan.
Jaringan bisnis Grup Djarum, PT Bach Multi Global Tbk, secara resmi menggelar aksi korporasi berupa Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) dengan menggunakan kode saham BACH.
Dalam rilis prospektus awal Perseroan, perusahaan yang telah didirikan sejak tahun 2006 ini menetapkan harga penawaran awal (bookbuilding) dalam rentang nilai Rp400 hingga Rp500 per lembar saham. Ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam aksi korporasi ini adalah PT Erdikha Elit Sekuritas.
Melalui gelaran IPO ini, BACH siap melepas sebanyak 615 juta lembar saham baru dengan nilai nominal Rp50 per lembar. Jumlah saham yang disodorkan kepada publik tersebut setara dengan 15,06% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.
Dari hasil penjualan saham perdana tersebut, BACH diproyeksikan bakal meraup aliran dana segar sekurang-kurangnya Rp246 miliar hingga sebanyak-banyaknya mencapai Rp307,5 miliar.
Berdasarkan rencana strategis perusahaan, mayoritas dana hasil IPO atau sekitar Rp231,48 giga/miliar akan langsung dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja. Dana tersebut difokuskan untuk membiayai pembelian sekitar 44 unit genset baru yang nantinya akan dijual atau disewakan kembali kepada jajaran klien korporasi perseroan.
Dua Lini Bisnis Utama dan Rapor Finansial
PT Bach Multi Global Tbk saat ini bergerak di bawah payung dua lini bisnis utama yang melayani pemenuhan kebutuhan klien di seluruh wilayah Indonesia:
- Sistem Ketenagalistrikan (Power Generation): BACH bertindak sebagai agen tunggal dan distributor eksklusif untuk genset premium merek Himoinsa asal Spanyol, serta memasarkan unit Austin Power System. Produk yang ditawarkan meliputi genset berbahan bakar diesel, bensin, maupun gas dengan rentang kapasitas mulai dari 7 kVA hingga 3.000 kVA. Lini ini melayani penjualan, instalasi, hingga penyewaan untuk kebutuhan sektor komersial, telekomunikasi, dan PLTD.
- Konstruksi dan Pemeliharaan Telekomunikasi: Bertindak sebagai kontraktor end-to-end untuk pembangunan menara BTS, instalasi jaringan kabel fiber optik, hingga jasa pemeliharaan (Operation & Maintenance). Lini bisnis ini tercatat telah mengelola sekitar 41.000 site di berbagai wilayah Indonesia.
Kombinasi kedua lini bisnis ini berhasil membawa hubungan kemitraan dengan deretan klien kakap. Di sektor perbankan dan telekomunikasi, klien BACH mencakup BUMN seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), hingga perusahaan swasta seperti PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).
Sementara untuk lini menara dan fiber optik, BACH disokong penuh oleh internal emiten Grup Djarum seperti Protelindo Group, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), serta bermitra dengan PT Link Net Tbk (LINK).
Kendati demikian, perseroan menegaskan masih memiliki ketergantungan pada pemasok luar negeri untuk komponen utama, yakni Himoinsa Asia Pacific Pte. Ltd. dan Guangdong Westinpower Co. Ltd.
Kemitraan strategis ini tecermin dari kinerja keuangan yang melonjak tajam. Hingga akhir Desember 2025, BACH sukses membukukan tren kenaikan pendapatan yang konsisten selama tiga tahun berturut-turut hingga menyentuh angka Rp1,73 triliun.
Lompatan ini didorong oleh lini bisnis penyediaan genset yang melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp977,96 miliar di tahun 2025.
Dari sisi profitabilitas (bottom line), laba tahun berjalan perusahaan ikut terkerek naik hampir dua kali lipat secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp155,5 miliar per Desember 2025. Posisi aset perseroan berada di angka Rp1,23 triliun dengan total kewajiban (liabilitas) sebesar Rp696,68 miliar.
Peta Pemegang Saham dan Hak Opsi Grup Djarum