Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 23 Juni 2026 | 13:46 WIB
Melihat Keuangan RANS yang Pincang Jelang IPO: Laba Turun 41%, Masih Bergantung pada Raffi-Nagita
Kantor Rans Entertainment (YouTube/Rans Entertainment)
baca 10 detik
  • Pendapatan RANS turun 13,9%, laba anjlok 41,6% pada 2025.
  • Kas naik ke Rp100 miliar, utang bank dan liabilitas terus menyusut.
  • Prospektus ungkap risiko utama ketergantungan pada Raffi-Nagita.

Suara.com - Calon emiten PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) membuka "jeroan" keuangannya menjelang penawaran umum perdana saham (IPO). Di balik nama besar bisnis hiburan yang identik dengan pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, prospektus menunjukkan adanya perlambatan kinerja sepanjang 2025, meski kondisi likuiditas dan struktur utang perusahaan justru membaik.

Berdasarkan prospektus yang dikutip Selasa (23/6/2026) pendapatan RANS pada 2025 tercatat sebesar Rp353,37 miliar, turun 13,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,49 miliar. Penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen duta merek (brand ambassador) dan talent management yang merosot 51,55% menjadi Rp51,92 miliar dari sebelumnya Rp107,18 miliar.

Selain itu, penjualan produk makanan, minuman, dan kecantikan berbasis intellectual property (IP) juga turun 12,69% menjadi Rp107 miliar. Perseroan juga tidak lagi memperoleh kontribusi pendapatan dari bisnis olahraga setelah melepas PT Rans Prestisius Klub Sepakbola (RPKSB) pada 2024.

Penurunan pendapatan tersebut ikut menekan profitabilitas. Laba tahun berjalan RANS pada 2025 hanya mencapai Rp56,69 miliar, anjlok 41,6% dibandingkan laba 2024 sebesar Rp97,07 miliar.

Manajemen menjelaskan, penurunan laba tersebut dipengaruhi hilangnya keuntungan non-berulang (non-recurring) dari pelepasan entitas anak yang pada 2024 menghasilkan laba Rp44,94 miliar. Tanpa keuntungan tersebut, kinerja operasional perusahaan sebenarnya sudah mengalami tekanan sejak tahun sebelumnya.

Tidak hanya laba bersih, laba operasi juga turun 14,21% menjadi Rp75,55 miliar. Kenaikan biaya promosi, pemasaran, serta beban tenaga kerja dari entitas anak yang diakuisisi pada 2025 menjadi salah satu penyebab utama penurunan laba operasional.

Meski demikian, ada sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi keuangan RANS tetap relatif sehat. Kas dan setara kas meningkat menjadi Rp100,13 miliar pada akhir 2025 dari Rp91,07 miliar pada 2024.

Current ratio juga membaik dari 2,13 kali menjadi 2,63 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek semakin kuat.

Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan 23,19% menjadi Rp120,23 miliar. Utang bank jangka panjang turun drastis menjadi Rp23,2 miliar dari Rp54,4 miliar pada tahun sebelumnya setelah pelunasan fasilitas pinjaman OCBC dan pembayaran cicilan pokok kredit BNI.

baca juga

Rasio utang terhadap ekuitas (DER) juga terjaga rendah di level 0,35 kali, turun dibandingkan 0,62 kali pada 2023. Hal ini menunjukkan struktur permodalan perusahaan semakin konservatif menjelang IPO.

Namun demikian, investor juga perlu mencermati beberapa catatan penting dalam prospektus. Total aset RANS menyusut 21,96% menjadi Rp461,03 miliar dari Rp590,79 miliar pada 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan penyelesaian piutang pihak berelasi dan pengembalian uang muka pembelian aset tetap yang sebelumnya tercatat sebagai aset tidak lancar.

Selain itu, arus kas operasi turun 37,75% menjadi Rp37,68 miliar akibat meningkatnya penjualan kredit pada akhir 2025 yang membuat penerimaan kas dari pelanggan lebih rendah.

Yang paling menarik perhatian adalah bagian faktor risiko. Dalam prospektus, RANS secara tegas mengungkap bahwa risiko utama yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha perusahaan adalah ketergantungan terhadap talent utama, yakni Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga.

Ketergantungan tersebut menjadi risiko material karena sebagian besar kekuatan merek, monetisasi konten, aktivitas talent management, hingga kerja sama komersial perusahaan masih sangat terkait dengan popularitas dan daya tarik keluarga tersebut di mata publik maupun pengiklan.

Selain itu, perusahaan juga menghadapi risiko perubahan tren konten digital, persaingan industri yang semakin ketat, perubahan strategi pemasaran klien dari kontrak jangka panjang ke jangka pendek, hingga potensi sentimen negatif publik terhadap konten yang diproduksi.

Dengan kombinasi kinerja keuangan yang masih mencetak laba, neraca yang semakin ringan dari utang, namun pertumbuhan pendapatan yang melambat dan ketergantungan tinggi terhadap figur pendiri, prospek IPO RANS diperkirakan akan menjadi salah satu yang paling menarik perhatian investor pasar modal tahun ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil RI Tak Mampu Olah, Purbaya Pilih Musnahkan Pakaian Bekas Impor Ilegal

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:42 WIB

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Profil INACO (PT Niramas Utama Tbk): Saham IPO, Kondisi Keuangan, dan Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Mengapa Mati Lampu Sering Terjadi di Negeri Eksportir Batu Bara Terbesar Dunia?

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 14:10 WIB

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Purbaya Mau Naikkan Anggaran Transfer ke Daerah hingga Rp 90 Triliun di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 13:26 WIB

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

IHSG Bangkit ke Level 6.000 di Sesi I, Saham TPIA dan TOWR Bersinar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:44 WIB

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Isu Kelangkaan Batu Bara Bikin Listrik Padam, Pengamat Soroti 'Pengusaha Nakal'

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:37 WIB

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Produk UMKM Lokal Bakal Diprioritaskan Muncul di Laman Marketplace, Begini Aturannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:28 WIB

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Setujui Tenor KPR FLPP hingga 40 Tahun, Pemerintah Pertahankan Bunga Rumah Subsidi 5 Persen

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 12:05 WIB

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

HSBC Indonesia Nilai Akses Pembiayaan Modal Kerja Penting Buat UMKM

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:36 WIB

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Cara UMKM Agar Tidak Kena Potong Pajak e-Commerce saat Jualan Online

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:28 WIB

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Terbitkan Panda Bond, Purbaya: Bunga Utang China Lebih Murah Dibanding Amerika

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:27 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:22 WIB