Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
Pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.akan berpartisipasi dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Sandiaga Uno masuk MUTU lewat aksi private placement.
  • Bisnis ESG, pasar karbon, dan halal makin diburu investor.
  • MUTU bidik ekspansi di sertifikasi, karbon, dan sektor F&B.

Suara.com - PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) bersiap memasuki fase ekspansi baru. Emiten yang bergerak di bidang sertifikasi dan assurance itu mendapatkan suntikan kepercayaan dari sejumlah investor strategis, termasuk pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga akan berpartisipasi dalam aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement melalui PT Samala Serasi Utama (SSU) dan PT Bumi Hijau Sedaya. PT Samala Serasi Utama diketahui merupakan perusahaan investasi yang terafiliasi dengan Sandiaga bersama mitra bisnisnya, Tsamanov.

Tak hanya itu, aksi korporasi tersebut juga didukung oleh Ridzki D. Kramadibrata, yang dikenal sebagai mantan CEO Grab Indonesia dan pernah menjabat COO AirAsia Indonesia.

Masuknya dua nama besar tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa sektor usaha berbasis ESG, pasar karbon, dan sertifikasi semakin dilirik investor. Di tengah percepatan pengembangan ekonomi hijau nasional, kebutuhan perusahaan terhadap layanan sertifikasi dan verifikasi terus meningkat untuk memenuhi standar bisnis global.

"Kami melihat MUTU sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem ekonomi berkelanjutan di Indonesia," ujar Sandiaga Uno kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).

Manajemen MUTU menilai peluang bisnis ke depan semakin besar. Selain memperkuat layanan sertifikasi dan assurance yang menjadi bisnis inti, perusahaan juga membidik pertumbuhan dari sektor sertifikasi halal dan industri makanan dan minuman (F&B).

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kebutuhan terhadap layanan sertifikasi halal yang kredibel dan diakui secara internasional terus meningkat. Di sisi lain, ekspansi industri makanan dan minuman nasional juga membutuhkan dukungan inspeksi, pengujian, serta assurance untuk meningkatkan daya saing produk di pasar domestik maupun ekspor.

Peluang lain datang dari pengembangan pasar karbon Indonesia yang saat ini tengah dipercepat pemerintah. MUTU tercatat sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pertama di Indonesia yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LVV-001-IDN dan menjadi salah satu lembaga yang aktif dalam ruang lingkup Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Dengan kapabilitas validasi dan verifikasi berbasis standar internasional melalui kerangka Measurement, Reporting and Verification (MRV), perusahaan mengaku siap mendukung agenda dekarbonisasi nasional sekaligus membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan ESG.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

MSCI Pertahankan Indonesia di EM, Mengapa IHSG Masih Ambruk?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:25 WIB

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Kabar Baik dari MSCI! Indonesia Tetap Emerging Market, OJK Bidik Lebih Banyak Investor Asing

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:20 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Terkini

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

LPDB Koperasi Ajak Gerakan Credit Union Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:42 WIB

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Petani Khawatir Aturan TAR dan Nikotin Bikin Industri Kurangi Serapan Tembakau

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:33 WIB

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Penggunaan AI untuk Promosi Jualan Online Diperketat, Begini Ketentuan Barunya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Kelakar Bahlil Jadi 'One Man Show' Urusi Pemadaman Listrik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:03 WIB

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Gegara Minyak Dunia IHSG Melesat Hampir ke Level 6.000, BBCA Naik Lagi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:54 WIB

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

99 Persen Laba GGRM Jadi Dividen, Pemegang Saham Dapat Jatah jumbo!

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:44 WIB

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:18 WIB

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Toko Online Tanpa NIB Bakal Diblokir? Simak Aturan Baru Kemendag 2026

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 16:04 WIB