- Harga minyak Brent naik 0,8 persen menjadi US$ 72,56 per barel pada Senin pagi akibat ketegangan militer di Selat Hormuz.
- Konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap keberlangsungan kesepakatan damai serta distribusi minyak global.
- Kenaikan harga minyak tetap terbatas karena kedua negara berkomitmen melanjutkan dialog perundingan di Qatar dalam pekan ini.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia dilaporkan kembali bergerak merangkak naik pada awal sesi perdagangan di Asia hari Senin. Lonjakan ini dipicu oleh pecahnya kembali gesekan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran sepanjang akhir pekan, yang memicu keraguan pasar atas keberlanjutan kesepakatan damai kedua belah pihak.
Kendati demikian, kedua negara dikabarkan tetap berkomitmen untuk melanjutkan meja perundingan di Qatar dalam pekan ini.
Dilansir dari Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Agustus terpantau menguat 0,8 persen ke level US$ 72,56 per barel.
Pergerakan ini sekaligus menjadi momentum pemulihan setelah sebelumnya Brent sempat jatuh ke level terendahnya dalam empat bulan terakhir, tepatnya semenjak penandatanganan awal gencatan senjata membuat investor menghapus premi risiko dari pasar minyak .
Di sisi lain , perbaikan kondisi pasokan global juga sempat menekan harga minyak . Hal ini terjadi seiring dengan volume distribusi minyak yang melewati Selat Hormuz dilaporkan mulai kembali mendekati level normal seperti sebelum terjadinya konflik pada pekan lalu .
Namun, rentetan serangan baru yang meletus akhir pekan lalu kembali memicu kecemasan tinggi di kalangan pelaku pasar mengenai rapuhnya implementasi perjanjian damai interim tersebut.
AS dan Iran dilaporkan saling meluncurkan serangan balasan sejak akhir pekan lalu . Ketegangan ini dipicu oleh silang pendapat terkait klaim otoritas sepihak Tehran di kawasan Selat Hormuz . Insiden militer tersebut sempat menghambat laju arus kapal tanker di Hormuz dan menjadi katalis utama naiknya harga minyak pada perdagangan hari Senin .
Ekspektasi Dialog Lanjutan di Qatar Batasi Lonjakan Harga
Meskipun trennya menguat , akselerasi kenaikan komoditas energi ini cenderung terbatas . Menurunnya volatilitas ini terjadi pasca-adanya rilis laporan dari Axios yang menyebutkan bahwa pihak Gedung Putih dan Tehran telah menyepakati langkah gencatan senjata taktis dan bersiap menggelar negosiasi baru di Qatar .
Sebagai kilas balik, harga minyak sempat anjlok hingga melebihi 10 persen pada pekan lalu , menyentuh kembali level sebelum perang.
Penurunan tajam tersebut terjadi sesaat setelah AS dan Iran menyetujui kesepakatan damai jangka pendek guna mengakhiri konfrontasi fisik dan melangkah ke dialog yang jauh lebih komprehensif .
Disclaimer: Pemberitaan mengenai pergerakan harga minyak mentah dunia, dinamika geopolitik di Selat Hormuz , serta proyeksi negosiasi internasional ini disusun murni sebagai produk jurnalisme ekonomi global untuk konsumsi publik . Konten artikel ini bukan merupakan bentuk rekomendasi komersial , panduan investasi, atau ajakan formal untuk melakukan transaksi komoditas tertentu. Setiap keputusan finansial yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi konsekuensi dan tanggung jawab mandiri tiap-tiap individu.