Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB
B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi
Ilustrasi bahan bakar B50 (Gemini AI)
baca 10 detik
  • B50 dinilai kurangi impor solar, tapi bisa tingkatkan impor minyak mentah.

  • Harga CPO naik berisiko membebani APBN lewat subsidi biodiesel.

  • B50 berpotensi picu krisis minyak goreng dan ancam kelestarian hutan.

Suara.com - Penerapan mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku mulai 1 Juli 2026 mendapat apresiasi dari kalangan ekonom. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor solar. Namun di balik potensi penghematan devisa tersebut, pemerintah diingatkan agar mewaspadai sejumlah risiko yang bisa muncul, mulai dari membengkaknya beban subsidi, ancaman krisis minyak goreng, hingga potensi kerusakan lingkungan.

Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan kebijakan B50 merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Meski demikian, ia menilai implementasi program tersebut tidak bebas dari tantangan yang harus diantisipasi sejak awal.

Menurut Fahmy, penghentian impor solar melalui pemanfaatan biodiesel justru berpotensi meningkatkan kebutuhan impor minyak mentah (crude oil). Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar manfaat kebijakan tidak tergerus oleh meningkatnya ketergantungan pada komoditas energi lainnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa bahan baku utama biodiesel, yakni crude palm oil (CPO), memiliki harga yang sangat fluktuatif. Ketika harga CPO melonjak di pasar global, biaya produksi B50 otomatis ikut meningkat sehingga pemerintah berpotensi harus menambah alokasi subsidi.

"Pada saat harga CPO tinggi akan mendongkrak harga keekonomian B50 sehingga pemerintah harus merogoh APBN untuk menaikkan subsidi B50," ujar Fahmy kepada Suara.com, Kamis (2/7/2026).

Fahmy juga menyoroti potensi benturan pemanfaatan CPO antara sektor energi, pangan, dan ekspor. Menurutnya, tambahan kebutuhan CPO untuk program B50 bisa mengurangi pasokan bagi industri pangan, terutama jika harga CPO dunia kembali melonjak.

Ia mengingatkan pengalaman krisis minyak goreng beberapa tahun lalu yang dipicu tingginya harga CPO global. Saat itu, produsen lebih memilih mengekspor CPO karena menawarkan keuntungan lebih besar dibanding memasok kebutuhan dalam negeri, sehingga pasokan minyak goreng menipis dan harga melonjak.

"Pemerintah harus mitigasi adanya tambahan permintaan CPO untuk energi, yang berpotensi krisis minyak goreng mendatang lebih besar dibanding krisis sebelumnya," tegasnya.

Di sisi lain, Fahmy mengakui peningkatan kebutuhan CPO dapat diimbangi dengan peningkatan produksi sawit. Namun, ia menegaskan perluasan kebun sawit tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kawasan hutan, khususnya di Papua.

baca juga

Menurutnya, pembukaan lahan secara masif berisiko memicu kerusakan lingkungan dan bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang yang pernah terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.

"Jangan sampai perluasan tanaman kelapa sawit itu dilakukan dengan membabat hutan besar-besar di Papua. B50 seharusnya mengatasi masalah energi, tanpa menimbulkan masalah krisis pangan dan babat hutan," pungkas Fahmy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Terkini

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Danantara Belum Juga Rilis Laporan Keuangan 2025

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:51 WIB

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Kemendag Tagih PLN Penuhi Hak Pelanggan Korban Pemadaman, Kompensasi Masih Tunggu Investigasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Saham Perbankan Masih Menarik, BBCA dan BMRI Layak Dikoleksi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:32 WIB

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Mengapa Investor Mulai Menjauh dari Indonesia?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:44 WIB

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Pedagang Online Dukung Kewajiban NIB, Tapi Minta Pemerintah Ikut Atur Potongan Komisi E-commerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:21 WIB

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

PNM Borong GCG Awards 2026, Layani 23,3 Juta Perempuan Prasejahtera hingga Mei

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:13 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Neraca Perdagangan Indonesia Defisit 1,61 Miliar Dolar AS pada Mei 2026, BI Bakal Lakukan Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Dirut Pos Indonesia Daud Joseph Secara Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:06 WIB

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

BBM B50 Resmi Mulai Didistribusikan ke SPBU, Peluncuran Tinggal Tunggu Prabowo

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 12:29 WIB

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Purbaya Lantik Sekaligus 3 Dirjen Baru Kemenkeu, Langsung Kasih Tugas Khusus

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:44 WIB

×