- Danantara Indonesia menerima pengunduran diri Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, pada hari Kamis, 2 Juli kemarin.
- Audit Danantara menemukan indikasi penyimpangan serta rekayasa keuangan yang telah berlangsung lama di dalam tubuh PT Pos Indonesia.
- Pihak perusahaan kini melakukan investigasi mendalam dan menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi serta perbaikan tata kelola.
Suara.com - Danantara Indonesia telah menerima pengunduran diri PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph pada Kamis (2/7) kemarin.
Namun, di balik pengunduran, mundurnya pucuk pimpinan perusahaan pelat merah tersebut, Danantara mengungkap adanya dugaan penyimpangan hingga indikasi rekayasa keuangan yang kini tengah diaudit dan diinvestigasi.
Adapun, Daud Joseph telah bertugas selama kurang lebih tiga bulan terakhir, Direktur Utama PT Pos Indonesia untuk memimpin proses pembenahan perusahaan melalui due diligence menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, hingga organisasi perusahaan.
![Direktur Utama Pos Indonesia, Daud Joseph, mengungkapkan proses BUMN logistik. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/30/73281-merger-bumn-logistik-pt-pos-indonesia.jpg)
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menilai Pos Indonesia membutuhkan perombakan secara fundamental.
Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental.
"Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya. Kami menghormati keputusan tersebut dan akan segera menyiapkan kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi tersebut," ujar Managing Director Stakeholders Management and Communications, Danantara Indonesia, Rohan Hafas dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya pergantian kepemimpinan. Danantara mengaku menemukan berbagai persoalan yang telah lama membebani perusahaan, mulai dari masalah keuangan hingga tata kelola.
Rohan menyebut, PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
"Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan, yang saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku," bebernya.
Rohan menegaskan seluruh persoalan yang selama ini membebani Pos Indonesia akan diselesaikan satu per satu melalui proses yang profesional dan sesuai ketentuan hukum.
"Karena itu, satu per satu persoalan yang selama ini membebani perusahaan harus kami bereskan. Tidak ada ruang bagi praktik yang merusak tata kelola perusahaan. Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat," pungkasnya.