Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.630.000
Beli Rp2.525.000
IHSG 5.916,070
LQ45 584,483
Srikehati 289,903
JII 349,817
USD/IDR 17.994

Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede

Achmad Fauzi

Selasa, 07 Juli 2026 | 15:44 WIB
Saham Tambang Kembali Bersinar, AMMN, ANTM, Hingga BUMI Potensi Cuan Gede
Ilustrasi PT Amman Minerals Indonesia Tbk (AMMN)
baca 10 detik
  • Samuel Sekuritas merekomendasikan sektor tambang dan CPO hulu karena ketidakpastian regulasi pemerintah kini mulai mereda secara bertahap.
  • Emiten seperti ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS menjadi pilihan utama karena memiliki fundamental kuat serta prospek laba solid.
  • Sektor CPO hulu diuntungkan harga komoditas tinggi, sementara emiten hilir berpotensi tertekan akibat kenaikan biaya bahan baku produksi.

Suara.com - Saham-saham sektor komoditas tambang bisa dilirik oleh para investor, seiring meredanya ketidakpastian kebijakan pemerintah yang sebelumnya membayangi prospek emiten tambang dan perkebunan.

Samuel Sekuritas menilai perubahan arah kebijakan tersebut menjadi katalis positif bagi sejumlah emiten pertambangan dengan fundamental yang kuat.

Analis Samuel Sekuritas, Fadhlan Banny Firmansyah, mengatakan sektor batu bara, hulu kelapa sawit (CPO upstream), dan logam menjadi pilihan utama karena tekanan akibat ketidakpastian regulasi mulai berkurang.

"Kami melihat sektor batu bara, CPO hulu, dan logam menjadi pilihan utama karena ketidakpastian kebijakan secara bertahap mulai mereda, sementara valuasi sektor-sektor tersebut sebelumnya sudah terdiskon cukup dalam akibat kekhawatiran terhadap regulasi," ujar Fadhlan Banny Firmansyah dalam risetnya yang dikutip, Selasa (7/7/2026).

Tambang Batu Hijau yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk.
Tambang Batu Hijau yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk.

Menurutnya, saham-saham seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Timah Tbk (TINS) menjadi pilihan utama karena didukung sikap pemerintah yang kini lebih kondusif terhadap industri.

"Untuk pilihan saham, kami menyukai ANTM, AMMN, BUMI, dan TINS karena arah kebijakan pemerintah kini secara umum lebih mendukung sektor komoditas," kata Fadhlan.

Khusus sektor batu bara, Samuel Sekuritas menjadikan BUMI sebagai saham unggulan. Hal ini didukung tingginya porsi penjualan domestik serta hubungan yang kuat dengan PT PLN (Persero).

"Di sektor batu bara, pilihan utama kami adalah BUMI karena memiliki porsi penjualan domestik yang signifikan serta hubungan yang kuat dengan PLN. Sementara itu, PTBA dan INDY menjadi emiten yang paling sensitif terhadap perubahan kebijakan karena memiliki porsi penjualan domestik yang lebih tinggi," jelasnya.

Selain itu, Samuel Sekuritas menilai saham-saham mineral juga memiliki prospek cerah seiring meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan pemerintah serta didukung momentum pertumbuhan laba yang kuat.

baca juga

"Kami juga tetap positif terhadap ANTM, AMMN, dan TINS karena kekhawatiran terhadap kebijakan mulai mereda serta didukung prospek pertumbuhan laba yang kuat seiring outlook harga emas dan timah yang masih solid," kata Fadhlan.

Di sektor perkebunan, Samuel Sekuritas lebih memilih emiten CPO hulu dibandingkan hilir. Menurut Fadhlan, perusahaan hulu akan lebih diuntungkan oleh tingginya harga minyak sawit mentah, sedangkan emiten hilir justru berpotensi menghadapi tekanan akibat kenaikan harga bahan baku.

"Untuk sektor perkebunan, kami lebih bullish terhadap emiten CPO hulu karena diuntungkan oleh tingginya harga CPO. Sebaliknya, emiten CPO hilir berpotensi menghadapi tekanan akibat naiknya harga bahan baku sehingga kami mempertahankan rekomendasi netral untuk sektor tersebut. Kami juga tetap netral terhadap sektor nikel karena pertumbuhan pasokan dari Indonesia masih lebih cepat dibandingkan pertumbuhan permintaan dari industri baja nirkarat maupun baterai kendaraan listrik," pungkasnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Investor Asing Masih Jual Saham Rp365 Miliar di Sesi I, Tapi BBCA Tetap Diserok

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 13:20 WIB

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Usai IPO, Saham JELI Langsung ARA

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 12:07 WIB

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Jangan Terburu-buru Beli BBCA, Analis Wanti-wanti Taking Profit

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 11:42 WIB

Terkini

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Rampungkan Streamlining 10 Entitas, Telkom Perkuat Transformasi Jadi Strategic Holding

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:43 WIB

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Zulhas Dorong Sektor Lain Ikuti Langkah Cepat Jalankan Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:40 WIB

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Pelaku Usaha Kembali Dibikin Pusing Pemerintah, Pajak Air Tanah Naik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:36 WIB

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bolak-balik Masuk BUMN, Faik Fahmi Kini Jadi Bos Pelita Air

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:31 WIB

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Lewat Rural Youth AI Facilitator

Telkom Perkuat Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T Lewat Rural Youth AI Facilitator

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:16 WIB

Tentang PFII dan Ambisi Bangun Pusat Finansial Pesaing Dubai

Tentang PFII dan Ambisi Bangun Pusat Finansial Pesaing Dubai

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:09 WIB

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Komisaris Tanpa Kompetensi Hanya Jadi Beban bagi BUMN

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:01 WIB

Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?

Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:41 WIB

Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional

Bersama Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Menuju Kancah Internasional

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 14:16 WIB

×