Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 08 Juli 2026 | 09:32 WIB
Ketegangan AS - Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Kekhawatiran Gangguan Pasokan
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke wilayah Iran. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran sebagai respons atas penyerangan tiga kapal komersial di Selat Hormuz.
  • Pemerintah Amerika Serikat kembali memberlakukan sanksi penjualan minyak mentah setelah mencabut lisensi dagang milik negara Iran tersebut.
  • Eskalasi konflik di Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak mentah global sebesar hampir dua persen pada perdagangan Rabu.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia bergerak naik hampir dua persen pada perdagangan Rabu pagi menyusul langkah militer Amerika Serikat (AS) yang melancarkan serangan udara ke wilayah Iran.

Selain melancarkan serangan fisik, AS juga kembali memberlakukan sanksi terhadap penjualan minyak mentah negara tersebut.

Langkah tegas ini langsung memicu kekhawatiran global bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua belah pihak kini berada di ambang kegagalan, yang berpotensi kembali mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa serangan udara tersebut merupakan respons langsung atas tindakan Iran yang menyerang tiga kapal komersial di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur maritim paling krusial bagi pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah ke pasar internasional.

Mengutip dari Reuters, akibat eskalasi tersebut, kontrak berjangka minyak Brent naik sebesar 1,38 dolar AS atau 1,9 persen menjadi 75,54 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS merangkak naik ke posisi 71,81 dolar AS per barel.

Sehari sebelumnya, kedua tolok ukur harga minyak ini bahkan telah melonjak sekitar tiga persen setelah AS resmi mencabut lisensi umum yang mengizinkan penjualan minyak mentah Iran.

Kepala Riset di MST Marquee, Saul Kavonic, menilai bahwa konflik terbaru ini menjadi pengingat bagi pasar mengenai betapa rapuhnya keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

"Apa yang terjadi saat ini merupakan pengingat bagi pasar betapa rapuhnya jalur pelayaran melalui Selat tersebut," kata Kavonic.

baca juga

Situasi ini membalikkan sentimen pasar yang sebelumnya memprediksi terjadinya banjir pasokan, sehingga memaksa para pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh harga minyak akan turun untuk segera mengamankan posisi mereka.

Kavonic menambahkan, jika ketegangan ini terus berlanjut hingga menyebabkan lalu lintas kapal di selat tersebut merosot di bawah separuh dari level sebelum perang, pembatasan pasokan yang terjadi dapat mendorong harga minyak ke level yang jauh lebih tinggi.

Padahal, setelah AS dan Iran menandatangani perjanjian gencatan senjata bulan lalu, harga minyak sempat merosot kembali ke level sebelum konflik.

Saat itu, para pedagang beramai-ramai mengambil posisi jual karena memproyeksikan akan ada gelombang besar pasokan minyak Timur Tengah yang kembali membanjiri pasar.

Namun, ekspektasi tersebut langsung buyar setelah insiden penyerangan kapal terjadi.

Meskipun Iran tidak mengaku bertanggung jawab, pemerintah Qatar secara terbuka menyalahkan Teheran atas serangan terhadap kapal tanker gas alam cair (LNG) mereka yang dihantam pesawat tanpa awak hingga menyebabkan kebakaran di ruang mesin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Stok Melimpah dan Pasar Lesu, Harga Minyak WTI Tergelincir ke Level 86 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:52 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.952

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:39 WIB

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Minyak Dunia Stabil, Ekspor Minyak Arab Saudi Pulih: Harga BBM Bakal Turun Lagi?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:28 WIB

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Mata Dunia Tertuju ke Iran, Pemakaman Ali Khamenei Dihadiri Perwakilan 30 Negara

Video | Kamis, 02 Juli 2026 | 23:05 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×