- Menteri UMKM Maman Abdurrahman mendorong perusahaan menerapkan konsep Corporate Business Responsibility untuk membina pelaku usaha baru di Indonesia.
- Diplomat Success Challenge Season 17 di Jakarta meluncurkan Founders' Arena sebagai ekosistem kolaboratif untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional.
- Penyelenggara menyediakan dana hibah Rp2,5 miliar bagi entrepreneur yang mendaftar hingga 9 Oktober 2026 untuk mendukung pertumbuhan bisnis.
Suara.com - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, meminta lebih banyak perusahaan menerapkan konsep Corporate Business Responsibility (CBR) untuk melahirkan pengusaha baru di Indonesia.
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam membangun ekosistem kewirausahaan diperlukan untuk meningkatkan rasio wirausaha nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Maman mengatakan, Kementerian UMKM tengah mendorong penerapan konsep CBR sebagai pendekatan baru yang menitikberatkan pada pembinaan dan pengembangan pelaku usaha.
"Kita Kementerian UMKM muncul dengan satu konsep bahwa, oke kita prinsipnya memberikan rekomendasi tetapi ada satu syarat. Syaratnya apa? CBR. Apa itu CBR? Corporate Business Responsibility," kata Maman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut dia, konsep tersebut lahir karena program tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini berjalan dinilai belum mampu melahirkan banyak pengusaha baru.
"Ada yang bilang kenapa enggak CSR Pak Maman? Saya bilang, sudah berapa lama corporate program CSR ini berjalan di tanah air kita tapi tidak mampu menghasilkan orang-orang hebat, orang-orang kaya, orang-orang pengusaha-pengusaha baru dan lain sebagainya. Mohon maaf saya harus bilang apa adanya," ujarnya.
![Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman saat menghadiri peluncuran Diplomat Success Challenge (DSC) Season 17 di Jakarta, Kamis (9/7/2026). [Suara.com/Fakhri]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/10/56051-menteri-usaha-mikro-kecil-dan-menengah-umkm-maman-abdurrahman.jpg)
Maman menilai, semangat CBR telah diterapkan dalam penyelenggaraan Diplomat Success Challenge yang selama ini digelar Wismilak Group.
"Ternyata tadi, setahun yang lalu pada saat saya diundang dan diajak di acara bergabung untuk men-support di acara Diplomat Success Challenge ini, apa yang dilakukan oleh teman-teman Wismilak Group, hampir mirip dan sama dengan konsep Corporate Business Responsibility," katanya.
Ia berharap semakin banyak perusahaan besar menjalankan program serupa agar lahir lebih banyak founder dan entrepreneur baru.
"Makanya tadi kita berharap ini bisa diduplikasi-diduplikasi oleh beberapa korporasi-korporasi, perusahaan-perusahaan besar di tanah air kita," harapnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, DSC memperkenalkan Founders' Arena, yakni pengembangan dari kompetisi bisnis menjadi ekosistem kewirausahaan yang lebih terbuka, inklusif, dan kolaboratif dengan mengusung tema Founders of Indonesia.
Penyelenggara juga kembali menyiapkan dana hibah senilai Rp2,5 miliar bagi para entrepreneur Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan penyelenggara, rasio wirausaha mapan Indonesia hingga Februari 2026 baru mencapai 3,43 persen dari total angkatan kerja.
Angka tersebut masih berada di bawah Malaysia sebesar 4,74 persen, Thailand 4 persen, dan Singapura 8,76 persen. Sementara setiap tahun sekitar 2,9 juta penduduk usia kerja memasuki pasar kerja.
President Director PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak founder yang mampu menghadirkan solusi sekaligus membuka lapangan kerja.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak founder yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja. Karena itu, setelah 17 tahun, DSC berevolusi menjadi Founders' Arena, sebuah ekosistem yang lebih terbuka, inklusif, dan tetap berlandaskan prinsip 3P: Paham, Piawai, dan Persona," ungkap Ronald.

Program Initiator Diplomat Success Challenge, Edric Chandra, mengatakan tema Founders of Indonesia menjadi refleksi perjalanan DSC yang kini tidak lagi hanya berfokus pada kompetisi.
"'Founders of Indonesia' bukan sekadar tema, tetapi refleksi perjalanan DSC selama 17 tahun. Tahun ini kami berevolusi dari kompetisi bisnis menjadi ekosistem yang mendukung founder untuk tumbuh melalui komunitas, kolaborasi, dan kesempatan yang setara," kata Edric.
Ketua Umum APINDO, Sinta W. Kamdani, mengatakan Indonesia membutuhkan lebih banyak ruang kolaborasi agar UMKM dan calon entrepreneur dapat berkembang.
"Kita membutuhkan lebih banyak ruang dan kesempatan untuk tidak hanya melahirkan entrepreneur baru, tapi juga membekali mereka dengan pengetahuan, pendampingan, jejaring, dan akses yang dibutuhkan," jelas Sinta.
Pendaftaran DSC Season 17 dibuka hingga 9 Oktober 2026. Para entrepreneur dari seluruh Indonesia dapat mendaftarkan ide bisnis maupun usaha yang telah berjalan untuk bergabung dalam ekosistem Founders' Arena sekaligus memperebutkan dana hibah senilai Rp2,5 miliar.