Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?

M Nurhadi

Senin, 13 Juli 2026 | 14:17 WIB
Prabowo Mau 800 BUMN Ditutup Tahun 2026, Bagaimana Nasib Asetnya?
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/kemensetneg.ri)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menuding BUMN sebagai ladang korupsi dan berjanji melakukan penertiban tata kelola perusahaan negara tersebut.
  • Pemerintah menyatukan aset BUMN ke dalam Danantara, yang diklaim sebagai dana kedaulatan terbesar kelima atau keenam dunia.
  • Pemerintah menargetkan penutupan 800 entitas BUMN bermasalah hingga akhir 2026 untuk memperbaiki kinerja perusahaan milik negara.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menuding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini menjadi ladang praktik korupsi, seraya berjanji membenahi tata kelola perusahaan-perusahaan negara.

Pernyataan bernada keras itu ia lontarkan ketika berpidato pada peringatan Hari Koperasi Nasional 2026 di Jakarta, Minggu (12/7/2026).

"BUMN-BUMN itu akan kita tertibkan. Selama ini BUMN-BUMN itu sumber korupsi," ujar Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengeklaim pemerintah telah menyatukan aset-aset BUMN ke dalam Danantara dan resmi diluncurkan pada Februari 2025. Prabowo menyebut aset yang dikelola lembaga tersebut kini menempatkan Indonesia di jajaran atas dunia.

"Kita sekarang adalah dana kedaulatan mungkin kelima atau keenam terbesar di dunia," katanya.

Ia lantas menyampaikan peringatan terbuka kepada para pelaku korupsi agar menghentikan praktik yang dinilainya merusak pengelolaan perusahaan negara. "Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh," tegas Prabowo.

Presiden juga mengajak BUMN dan pelaku usaha swasta untuk saling menopang alih-alih saling menjatuhkan, demi gagasan yang ia istilahkan sebagai "Indonesia Incorporated".

Menurutnya, kekuatan ekonomi nasional harus bertumpu pada beragam pilar sekaligus. "Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD," imbuhnya.

Klaim bahwa Indonesia kini memiliki SWF terbesar kelima atau keenam dunia sejalan dengan pernyataan Prabowo pada Mei 2026, ketika ia menyebut Danantara mengelola aset senilai sekitar US$1.000 miliar (US$1 triliun) dan menempati posisi keenam terbesar dunia.

baca juga

Namun, angka ini perlu dibaca kritis. Saat diluncurkan pada 24 Februari 2025, nilai aset kelolaan Danantara diproyeksikan berkisar US$900 miliar—setara sekitar Rp14.600–14.800 triliun tergantung asumsi kurs—dengan dana awal sekitar US$20 miliar.

Terdapat selisih antara proyeksi awal US$900 miliar dan klaim terbaru US$1 triliun yang belum disertai rincian publik mengenai sumber kenaikannya, sehingga besaran ini lebih tepat diperlakukan sebagai klaim pemerintah ketimbang angka yang telah diaudit independen.

Perlu dicatat pula, sejumlah kalangan sejak awal mempertanyakan aspek transparansi dan akuntabilitas Danantara—terutama karena lembaga ini dimodali antara lain oleh dividen BUMN yang sebelumnya langsung masuk ke kas negara, sehingga membawa risiko fiskal apabila pengelolaannya merugi.

Hingga kini, informasi teknis mengenai target dan realisasi kinerja Danantara belum sepenuhnya terbuka kepada publik.

Soal pembubaran BUMN. Rencana penutupan 250 entitas BUMN pada akhir Juli 2026, terkonfirmasi melalui pidato Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan pemerintah telah menutup 240 BUMN yang dinilai bermasalah, dan menargetkan angka penutupan menembus 800 entitas hingga 31 Desember 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas PKH Buka Suara soal Kursi Ketua yang Kosong Usai Eks Jampidsus Terseret Kasus Korupsi

Satgas PKH Buka Suara soal Kursi Ketua yang Kosong Usai Eks Jampidsus Terseret Kasus Korupsi

News | Senin, 13 Juli 2026 | 14:04 WIB

Soal Jampidsus Baru, Mensesneg: Harus Melalui Keppres Berdasarkan Usulan Jaksa Agung

Soal Jampidsus Baru, Mensesneg: Harus Melalui Keppres Berdasarkan Usulan Jaksa Agung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:23 WIB

Kepala Pelaksana Satgas PKH Belum Diganti Usai Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

Kepala Pelaksana Satgas PKH Belum Diganti Usai Febrie Adriansyah Jadi Tersangka

News | Senin, 13 Juli 2026 | 13:18 WIB

Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar

Mengapa Kasus Dugaan Korupsi Febrie Adriansyah Dinilai Layak Diambil Alih KPK? Ini Penjelasan Pakar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 12:41 WIB

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?

Diplomasi Candi: Apa Rahasia di Balik Pertemuan Prabowo Subianto dan Narendra Modi?

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 11:59 WIB

Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih

Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Berisiko Mandek, Pukat UGM Desak KPK Ambil Alih

News | Senin, 13 Juli 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Indonesia Bersiap Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Bisa Makin Melambung

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:41 WIB

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Pemerintah Kaji Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan 30-200 GT

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:27 WIB

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Harga Minyak Naik Berkali-kali Sejak Kemarin, AS-Iran Sudah 'Panaskan Mesin' Perang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:22 WIB

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Distribusi BBM Kini Gunakan AI, Begini Caranya

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:20 WIB

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Asing Lepas BBCA hingga GOTO, Net Sell Rp274,81 Miliar di Sesi I

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:14 WIB

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

IMF Pertahankan Target Ekonomi Indonesia, 'Lebih Baik' dari India dan Filipina

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:04 WIB

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

IHSG Bertahan di Level 5.900-an pada Sesi I, RATU dan BRPT Jadi Pendorong

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 13:02 WIB

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Timnas Argentina Diguncang Skandal Pencucian Uang AFA, FBI Turun Tangan

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:38 WIB

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Purbaya Tolak Perpanjang Tenor Dana SAL Rp 200 Triliun Milik Pemerintah ke Himbara

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:28 WIB

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Harga Emas Antam Anjlok, Rupiah Ikutan Koreksi Tajam: Apa Penyebabnya?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:19 WIB

×