- Nilai tukar rupiah melemah ke posisi Rp18.109 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin, 13 Juli 2026.
- Pelemahan terjadi akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah secara global.
- Analis memproyeksikan rupiah tetap tertekan karena investor menantikan data inflasi Amerika Serikat dan pidato kepala the Fed.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terpuruk hingga akhir perdagangan, Senin, 13 Juli 2026. Mata Uang Garuda itu betah di level Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp18.109 per dolar AS. Angka ini melemah 44 poin atau 0,24 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp18.062 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah disebabkan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang kembali memanas.
"Rupiah beserta mata uang regional Asia maupun utama dunia melemah terhadap dolar AS hari ini, Rupiah sendiri ditutup melemah ke Rp18.109 per dolar AS di tengah eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang memicu lonjakan pada harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/27029-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Lukman memproyeksikan rupiah masih berpotensi tertekan pada perdagangan besok. Lantaran, adanya data inflasi Amerika Serikat yang bisa memberikan sentimen negatif pada rupiah.
Pelemahan rupiah masih terjadi karena mengingat belum ada tanda-tanda de-eskalasi di timteng, investor juga mengantisipasi data inflasi AS dan pidato kepala the Fed Warsh besok malam," jelasnya.
Sementara itu mata uang Asia cenderung bergerak melemah. Rinciannya, yen Jepang menjadi mata uang yang melemah paling dalam dengan anjlok 0,25 persen. Diikuti oleh baht Thailand 0,10 persen.
Lalu, peso Filipina yang melemah 0,07 persen. Disusul yuan China anjlok 0,06 persen dan ringgit Malaysia merosot 0,03 persen. Tidak hanya itu dolar Taiwan juga melemah 0,03 persen dan dolar Singapur 0,02 persen.
Sedangkan won Korea menguat terhadap dolar Amerika Serikat yang mencapai 0,26 persen.