Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Achmad Fauzi

Rabu, 15 Juli 2026 | 19:05 WIB
Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034
Ilustrasi PLTP.
baca 10 detik
  • PT Pertamina Geothermal Energy menargetkan peningkatan kapasitas PLTP mandiri menjadi 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
  • Pengumuman target tersebut disampaikan saat ajang The 5th ITB International Geothermal Workshop 2026 di Bandung, Jawa Barat.
  • PGE berfokus pada inovasi teknologi, diversifikasi pemanfaatan panas bumi, serta kolaborasi untuk mendukung target net zero emission Indonesia.

Suara.com - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) atau PGE memasang target ambisius untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikelola secara mandiri menjadi 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi menuju target net zero emission.

Komitmen itu ditegaskan PGE dalam ajang The 5th ITB International Geothermal Workshop (IIGW) 2026 bertema New Horizons in Geothermal: Beyond Conventional Boundaries yang digelar di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho mengatakan, momentum 100 tahun pengembangan panas bumi di Indonesia menjadi awal babak baru bagi pemanfaatan energi panas bumi yang lebih luas.

PLTP Kamojang di Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. (Dok: Suara.com/Iman Firmansyah)
Ilustrasi PLTP.  (Dok: Suara.com/Iman Firmansyah)

"Seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia membuktikan bahwa energi panas bumi telah menjadi salah satu fondasi penting ketahanan energi nasional. Ke depan, fokus PGE adalah mempercepat inovasi teknologi, memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, serta memperkuat kolaborasi agar potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujar Andi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurutnya, pengembangan panas bumi ke depan tidak hanya difokuskan untuk pembangkit listrik, tetapi juga diarahkan ke berbagai sektor lain, seperti pemanfaatan langsung (direct use) untuk pertanian dan industri, hingga pengembangan green hydrogen sebagai bagian dari ekosistem energi rendah karbon.

Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi sekitar 24 GW, terbesar kedua di dunia. Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan sekaligus swasembada energi nasional.

Selain memperluas pemanfaatan panas bumi, PGE juga mempercepat transformasi digital melalui pengembangan berbagai teknologi, termasuk digitalisasi dan teknologi pengujian sumur panas bumi guna meningkatkan akurasi data, efisiensi operasi, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan panas bumi.

Andi menilai percepatan pengembangan panas bumi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

baca juga

"Melalui penguatan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta perluasan pemanfaatan panas bumi, PGE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence. Ke depan, Perseroan akan terus mengoptimalkan aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams) melalui inovasi dan diversifikasi pemanfaatan energi panas bumi," bebernya.

Komitmen PGE dalam pengembangan energi panas bumi turut mendapat pengakuan pada ajang IIGW 2026 melalui penghargaan Ganesha Geothermal Award for Outstanding Funding dan Ganesha Geothermal Award for Long-Term Commitment atas kontribusinya dalam mendukung riset, pendidikan, inovasi, serta pengembangan industri panas bumi di Indonesia.

Dari sisi keberlanjutan, PGE juga mencatatkan ESG Risk Rating sebesar 7,1 berdasarkan penilaian Sustainalytics, tertinggi di Indonesia. Perseroan juga menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.

Selain itu, PGE menyebut telah berkontribusi menghindari emisi sekitar 4,29 juta ton COe dibandingkan pembangkit listrik non-energi baru terbarukan (EBT), dengan intensitas emisi sebesar 0,041 ton COe per MWh, yang mencerminkan peran panas bumi sebagai sumber energi rendah karbon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Target Operasi 2030, PGE Tajak Sumur Eksplorasi Pertama PLTP Lumut Balai Unit 3

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:23 WIB

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

RI Sebenarnya Punya Senjata untuk Mitigasi Pemadaman Listrik

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:50 WIB

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Terkini

Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Emiten PGEO Pasang Target Kapasitas PLTP Capai 1,8 GW pada 2034

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:05 WIB

Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara

Hyundai New CRETA Dilengkapi Drive Mode Adaptif untuk Berbagai Kondisi Berkendara

Jawa Tengah | Rabu, 15 Juli 2026 | 19:00 WIB

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

ICW Cium Gelagat Kasus Eks Jampidsus Bakal Berhenti di Tengah Jalan: Sulit Lacak Aktor Besar

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:56 WIB

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Modus Judi Online Makin Canggih, Terbaru Lewat QRIS hingga E-Wallet

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:55 WIB

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Bukan Sekadar Tren, Alasan Barrel Pants Kini Jadi Andalan Gaya Sehari-hari

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:52 WIB

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Produk Tembakau Alternatif Bisa Bantu Perokok Dewasa Beralih, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:48 WIB

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Daftar Pemain Terkuat dan Berpengaruh di Piala Dunia 2026

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:45 WIB

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering

Foto | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Asing Jual Bersih Rp160 Miliar, BMRI hingga RANS Malah Diborong

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:40 WIB

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Bukan Didorong, ASN Nias Tewas Lompat dari Apartemen di Medan Gegara Diperas 2 Wanita

Sumut | Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB

×