- Wamen Haji dorong industri umrah terapkan konsep Travel Beyond Profit.
- Pelaku usaha diajak garap peluang wisata dua arah Indonesia-Arab Saudi.
- ASPHIRASI siap perkuat tata kelola dan profesionalisme industri haji umrah.
Suara.com - Industri penyelenggaraan haji dan umrah didorong untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis melalui penguatan tata kelola dan diversifikasi usaha. Pemerintah menilai pelaku industri tidak lagi cukup hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan melalui peningkatan kualitas layanan hingga pengembangan sektor pariwisata dua arah dengan Arab Saudi.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat menghadiri Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Aliansi Pengusaha Haramain Seluruh Indonesia (ASPHIRASI) di Hotel Golden Tulip, Kota Batu.
Dalam kesempatan itu, Dahnil memperkenalkan konsep "Travel Beyond Profit", yang mengajak penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah membangun bisnis berbasis amanah, integritas, profesionalisme, inovasi, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi jamaah dan masyarakat.
Menurutnya, industri haji dan umrah memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih besar apabila mampu mengembangkan model bisnis yang tidak hanya mengandalkan pengiriman jamaah ke Tanah Suci.
"Kepercayaan jamaah adalah amanah yang harus dijaga. Karena itu penyelenggara harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen yang sehat, dan pelayanan yang profesional serta akuntabel," ujar Dahnil.
Selain aspek pelayanan, ia menilai pembinaan jamaah melalui manasik dan edukasi berkualitas juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas industri. Jamaah yang memiliki pemahaman ibadah yang baik dinilai akan memperoleh pengalaman beribadah yang lebih nyaman, khusyuk, dan sesuai syariat.
Dalam paparannya, Dahnil juga membuka peluang baru bagi pelaku industri haji dan umrah melalui pengembangan two-way tourism atau pariwisata dua arah antara Indonesia dan Arab Saudi.
Selama ini hubungan kedua negara lebih banyak didominasi oleh perjalanan jamaah Indonesia ke Arab Saudi. Ke depan, pemerintah berharap penyelenggara haji dan umrah juga mampu menghadirkan wisatawan asal Arab Saudi untuk menikmati berbagai destinasi unggulan di Indonesia.
Strategi tersebut dinilai dapat menciptakan sumber pendapatan baru bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat sektor pariwisata nasional.
Diversifikasi usaha ini juga dipandang mampu membuat industri haji dan umrah lebih tahan terhadap dinamika bisnis serta membuka peluang investasi dan kolaborasi ekonomi yang lebih luas antara Indonesia dan Arab Saudi.
Ketua Umum ASPHIRASI, Amaludin Wahab, menyambut baik arahan pemerintah tersebut. Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas industri haji dan umrah nasional.
Ia menegaskan ASPHIRASI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kompetensi anggota, memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kepercayaan jamaah, serta meningkatkan kualitas pelayanan.
Amaludin juga menilai konsep Travel Beyond Profit menjadi paradigma baru bahwa keberhasilan penyelenggara haji dan umrah tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kualitas layanan, integritas perusahaan, pembinaan jamaah, serta kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASPHIRASI, Retno Anugerah Andriyani, mengatakan hasil Mukernas III akan menjadi dasar organisasi dalam menyusun program kerja yang berfokus pada peningkatan profesionalisme anggota, penguatan tata kelola perusahaan, dan kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah.
Melalui Mukernas III, ASPHIRASI menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem industri haji dan umrah yang lebih profesional, transparan, berdaya saing, sekaligus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui pengembangan peluang usaha baru, termasuk sektor pariwisata dua arah Indonesia-Arab Saudi.