- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan utang luar negeri pemerintah sebesar Rp 8.000 triliun saat ini masih dalam kondisi aman.
- Rasio utang Indonesia mencapai 40 persen terhadap PDB, angka ini masih berada di bawah batas aman standar internasional Maastricht Treaty.
- Lembaga S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB, yang menunjukkan pengelolaan keuangan negara dinilai cukup baik.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim kalau utang luar negeri Pemerintah yang kini tembus Rp 8.000 triliun masih aman.
Menkeu Purbaya menilai kalau kondisi utang suatu negara tidak mesti dilihat dari nominal, tapi juga memperhatikan ukuran perekonomian nasional.
"Jadi kita selalu bandingkan dengan size ekonominya jangan nominalnya saja," katanya, dikutip Minggu (19/7/2026).
Bendahara Negara mengatakan kalau Pemerintah saat ini menggunakan standar internasional Maastricht Treaty, yang mana rasio utang tak boleh melebihi 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika dibandingkan dengan kondisi sekarang, rasio utang Pemerintah Indonesia ada di angka 40 persen.
"Kita masih 40 persen jadi masih jauh dari ininya. Itu ukuran dari kesinambungan utang yang memakai standar yang paling *strict* di dunia, Maastricht Treaty itu," lanjutnya.
Bahkan Purbaya mengklaim kalau negara lain justru melebihi batas aman rasio utang seperti Amerika Serikat yang melebihi 100 persen dari PDB, Singapura 175 persen, Jerman lebih dari 60 persen, hingga Jepang 275 persen.
"Jadi tinggi-tinggi, jadi kita masih amat prudent dari sisi itu," imbuhnya.
Purbaya kemudian menyinggung soal penilaian dari lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil
Dengan rating S&P, Purbaya menilai kalau Indonesia masih dipandang bagus dalam mengelola keuangan negara. Berbeda halnya jika Indonesia dianggap tak mampu, maka lembaga asing itu bakal menurunkan rating.
"Kalau kita dianggap enggak mampu pasti sudah unstable atau negatif atau mungkin sudah downgrade," jelasnya.