Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:36 WIB
Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda
Ilustrasi harga minyak melonjak. [Pexels]
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia kembali menguat tipis di pasar global pada Selasa, 4 Agustus 2026.
  • Kenaikan harga minyak terjadi akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi akibat konflik Amerika Serikat dan Iran.
  • Konflik geopolitik tersebut memicu penundaan rute kapal tanker dan peningkatan biaya logistik secara signifikan.

Suara.com - Harga minyak dunia menguat tipis pada awal perdagangan Selasa 4 Agustus 2026 setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga ini didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, menyusul belum adanya titik terang penyelesaian diplomatik atas konflik Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent menguat 0,62 dolar AS atau 0,7 persen ke level 84,39 per barel pada pukul 00.55 GMT.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Brent sempat merosot hingga 7 persen ke level terendah dalam tiga minggu terakhir.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61 dolar AS atau 0,7 persen ke posisi 80,95 dolar AS, setelah jatuh lebih dari 5 persen ke level terendah hampir sepekan pada sesi sebelumnya.

Tekanan harga minyak sebelumnya terjadi setelah Presiden AS Donald Trump, menyatakan menunda serangan baru ke Iran sembari menunggu hasil pembicaraan untuk mengakhiri konflik.

Melalui unggahan media sosial yang keras, Trump menargetkan jembatan dan pembangkit listrik Iran. Langkah ekstrem ini diambil demi kelancaran jalur kapal global.
Presiden AS, Donald Trump. [BBC]

Pembicaraan tersebut juga mencakup sengketa kendali atas Selat Hormuz, jalur laut krusial yang mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi energi dunia sebelum konflik pecah.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Juru Bicaranya, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi maupun agenda pertemuan yang dijadwalkan dengan pihak AS.

Analis Pasar Utama KCM Trade, Tim Waterer, menilai penurunan harga minyak saat ini masih sangat rentan balik arah.

baca juga

"Meskipun tekanan harga sempat mereda akibat penundaan serangan AS dan wacana negosiasi, posisi ini masih ringkih. Harga minyak bisa kembali melonjak jika serangan rudal kembali terjadi atau kapal tanker di Selat Hormuz diserang," kata Waterer.

Sengketa Selat Hormuz kini menjadi titik krusial konflik. Washington mengklaim nota kesepahaman pada Juni lalu mewajibkan Iran membuka jalur penerobosan tersebut.

Sebaliknya, Tehran menegaskan bahwa dokumen tersebut tetap mengakui wewenang penuh Iran atas kawasan laut itu.

Di tengah ketegangan tersebut, data Barclays menunjukkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 31 Juli sempat naik menjadi rata-rata 4,2 juta barel per hari (bpd), dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 3,2 juta barel per hari.

Di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden, dinamika pelayaran terus bergejolak. Data lalu lintas kapal mencatat enam kapal tanker raksasa (supertanker) berbendera Arab Saudi mengubah jalur di Teluk Aden menuju Afrika bagian selatan.

Di saat yang sama, dua kapal tanker pengangkut minyak Saudi terpantau melintasi Selat Bab el-Mandeb.

Sementara itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz antara Iran dan Oman dilaporkan melambat menyusul adanya laporan serangan terhadap kapal dagang.

Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)
Pesawat tempur di dekat Selat Hormuz (FlightRadar24)

Lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya insiden pada Selasa pagi sekitar 20 mil laut di timur laut Al Khasab, Oman, di mana sebuah kapal kargo mengaku dihantam proyektil tidak dikenal.

Waterer menambahkan bahwa gangguan di kawasan tersebut meningkatkan risiko ganda pada jalur logistik (chokepoint) global.

"Meski konflik belum sepenuhnya menghentikan arus energi, situasi ini memaksa waktu tempuh kapal menjadi lebih lama, membengkaknya biaya asuransi, hingga pengalihan rute. Hal ini menahan harga minyak agar tidak kehilangan premi risiko geopolitiknya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global

Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:39 WIB

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Kabar Mediasi AS - Iran Meredam Kenaikan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 09:09 WIB

IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak

IHSG Terancam Gagal Menembus Resistance di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 07:31 WIB

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

BBM Bisa Naik Lagi, Harga Minyak Dunia Meledak Hampir 100 Dolar AS

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 10:14 WIB

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

AS dan Iran Saling Gempur 8 Malam Berturut-turut, Harga Minyak Melonjak Tajam!

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2026 | 20:40 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Risiko Serangan di Selat Hormuz Belum Mereda

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:36 WIB

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Deathstalker: Hadir dengan Petualangan Pahlawan Barbar Melawan Penyihir!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026

Intip Spesifikasi Suzuki Fronx SGX Hybrid Kuro yang Tampil Lebih Maskulin di GIIAS 2026

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:28 WIB

Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya

Pasar Modal Indonesia Mulai Pulih, Ini Buktinya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:

Harga Motor Listrik Honda, Simak Perbedaan ICON e: vs EM1 e: vs CUV e:

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergengsi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat

3 Rekomendasi Sepatu Gumi Paling Worth It untuk Lari, Produk Lokal Harga Bersahabat

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan

Songsong Indonesia Emas 2045, Wamendagri Ajak Mahasiswa Bangun Karakter & Kompetensi Kepemimpinan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:12 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

IHSG Diproyeksi Menguat Hari Ini di Tengah Pertumbuhan Pesat Investor Saham

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:11 WIB

×