Zulhas Ubah Aturan MBG: Kepala SPPG Wajib Nongkrong di Dapur Mulai Jam 2 Pagi

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:17 WIB
Zulhas Ubah Aturan MBG: Kepala SPPG Wajib Nongkrong di Dapur Mulai Jam 2 Pagi
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkap aturan baru dalam pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Kepala SPPG wajib hadir di dapur mulai pukul 02.00-08.00.
  • Kehadiran kepala SPPG dipantau BGN melalui Zoom dan absensi.
  • Dapur MBG dilarang beroperasi jika tiga pejabat penanggung jawab absen.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkap aturan baru dalam pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala SPPG diwajibkan berada di dapur sejak pukul 02.00 hingga 08.00 pagi selama jam operasional.

Zulhas mengatakan aturan tersebut diterapkan untuk memperketat pengawasan proses pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, keberadaan kepala SPPG di dapur penting untuk mencegah kesalahan pengelolaan makanan yang dapat berdampak pada penerima manfaat.

"Jadi jam kerjanya itu mulai jam 2 pagi sampai jam 8. Nah ini yang selama ini SPPG tidak ada di tempat. Gitu. Nah sekarang diwajibkan jam 2 pagi sampai jam 8 harus ada di tempat kepalanya. Kepalanya itu dan itu dilakukan Zoom, absennya dicek," kata Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Zulhas mengatakan pengawasan terhadap kepala SPPG dilakukan secara langsung melalui sistem daring. Pimpinan BGN juga ikut memantau kehadiran mereka pada dini hari.

Dia menilai pengawasan tersebut penting karena SPPG menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat MBG.

"Jadi teman-teman BGN Eselon 1, Kepala Badan, wakil-wakil ikut Zoom mengecek absen ya, agar tidak ada lagi begitu keras teman-teman bekerja agar tidak ada lagi salah dalam pengelolaan masak-memasak di BGN ini sehingga berdampak ada yang keracunan ya," ujar Zulhas.

Zulhas menyebut persoalan keamanan makanan menjadi perhatian utama dalam pembenahan manajemen BGN. Menurutnya, kasus keracunan makanan tidak boleh kembali terjadi karena menyangkut anak-anak yang menjadi penerima manfaat program MBG.

"Bukan satu dua keracunan itu, ini soal anak Indonesia yang tidak boleh terjadi. Jadi agar teman-teman media paham, jam 2 mereka sudah kerja pagi ya. Paling tidak mengecek ya, Zoom ke SPPG," katanya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono menjelaskan pengawasan tidak hanya bergantung pada kepala SPPG. BGN menerapkan rantai komando untuk memastikan selalu ada pejabat yang bertanggung jawab ketika dapur beroperasi.

baca juga

Jika kepala SPPG berhalangan hadir, tugas tersebut akan diambil alih pengawas gizi. Apabila pengawas gizi juga tidak dapat hadir, posisi tersebut akan digantikan akuntan.

Namun, Sudaryono menegaskan dapur tidak boleh beroperasi apabila ketiga pejabat tersebut tidak hadir secara bersamaan.

"Kalau Kepala Dapur, Pengawas Gizi nggak bisa hadir di jam operasional itu, maka berikutnya adalah akuntan. 'Pak, kalau tiga-tiganya nggak bisa hadir di jam yang sama di hari yang sama gimana?' Maka tidak boleh dapur itu memasak," jelas Sudaryono.

Menurut Sudaryono, aturan tersebut dibuat karena sejumlah kasus gangguan kesehatan atau keracunan makanan terjadi akibat prosedur operasional standar (SOP) tidak dijalankan.

"Dari banyak kasus adanya gangguan kesehatan atau keracunan makanan, itu banyak di antaranya atau hampir semua itu karena tidak melaksanakan SOP. SOP tidak dilaksanakan. Apakah SOP penyimpanan, SOP pangannya harus dipakai sarung tangan, pakai penutup, macam-macam," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

463 Dapur MBG Dibekukan BGN Usai Audit 27 Ribu Unit di Seluruh RI

463 Dapur MBG Dibekukan BGN Usai Audit 27 Ribu Unit di Seluruh RI

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Tinjau Kebakaran Desa Sade, Aksi Zita Anjani Disindir Warganet

Tinjau Kebakaran Desa Sade, Aksi Zita Anjani Disindir Warganet

Video | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:18 WIB

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Zita Anjani Datangi Korban Kebakaran Desa Sade Banjir Kritik Netizen: Mau Akting Kayak di Aceh

Entertainment | Senin, 24 Agustus 2026 | 12:31 WIB

Terkini

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

×