Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp75,57 Triliun, Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5 Persen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 01 September 2026 | 08:08 WIB
Asuransi Jiwa Bayar Klaim Rp75,57 Triliun, Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5 Persen
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo (tengah) di Gedung Grha AAJI, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Rina A]
baca 10 detik
  • Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat pendapatan premi tertimbang mencapai Rp58,06 triliun pada semester pertama 2026.
  • Industri asuransi jiwa membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta penerima.
  • Ketua Dewan Pengurus Albertus Wiroyo menyatakan kinerja tersebut menunjukkan fundamental yang kuat di Gedung Grha AAJI.

Suara.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat berdasarkan laporan terhadap 56 perusahaan asuransi jiwa, pendapatan premi secara weighted mencapai Rp58,06 triliun.

Sedangkan, premi bisnis baru secara weighted tumbuh 11,5 persen secara tahunan menjadi Rp21,06 triliun.

Pada periode yang sama, total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta penerima.

Kondisi tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa yang tetap terjaga sekaligus menunjukkan kepercayaan terhadap industri.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa masih memiliki fundamental yang kuat dalam menjalankan fungsi perlindungan bagi masyarakat.

“Pencapaian kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia," ujar Albertus di Gedung Grha AAJI, Senin (31/8/2026).

Ilustrasi asuransi. [Unsplash]
Ilustrasi asuransi. [Unsplash]

Menurutnya, di tengah dinamika ekonomi hingga pasar keuangan, kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan tetap terjaga dan industri terus memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa.

Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5 Persen

AAJI mencatat pendapatan premi secara weighted relatif stabil di angka Rp58,06 triliun. Sementara itu, secara unweighted, pendapatan premi meningkat 8,2 persen menjadi Rp94,75 triliun.

baca juga

Pertumbuhan premi terjadi pada berbagai jenis produk. Produk tradisional meningkat 6,9 persen menjadi Rp59,03 triliun, sedangkan produk unit link tumbuh 10,3 persen menjadi Rp35,73 triliun.

Kinerja positif juga terlihat pada premi bisnis baru. Secara weighted, premi bisnis baru meningkat 11,5 persen menjadi Rp21,06 triliun. Sementara secara unweighted, pertumbuhannya mencapai 20,5 persen menjadi Rp57,75 triliun.

Premi bisnis baru produk tradisional meningkat 14,2 persen menjadi Rp37,97 triliun. Adapun premi bisnis baru unit link tumbuh 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun.

Dari sisi tipe pembayaran, premi tunggal menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan pendapatan premi. Segmen ini tumbuh 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun.

Sementara itu, unit usaha konvensional masih mendominasi pendapatan premi dengan nilai Rp85,18 triliun atau tumbuh 12,7 persen.

Berdasarkan kepemilikan, segmen perorangan menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan premi dengan nilai Rp75,12 triliun atau tumbuh 7,4 persen.

Di sisi lain, segmen kumpulan mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni 11 persen menjadi Rp19,63 triliun. Pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan perlindungan asuransi tetap meningkat, baik melalui kepemilikan polis secara individu maupun skema perlindungan kumpulan.

Dari sisi distribusi, bancassurance masih menjadi kanal terbesar dengan pendapatan premi Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9 persen. Sementara itu, kanal keagenan meningkat 3,1 persen menjadi Rp28,67 triliun.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo (tengah) di Gedung Grha AAJI, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Rina A]
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo (tengah) di Gedung Grha AAJI, Senin (31/8/2026). [Suara.com/Rina A]

Perkembangan tersebut menunjukkan peran kemitraan dengan perbankan dan tenaga pemasar masih penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk perlindungan asuransi jiwa.

Selain itu, pertumbuhan industri juga tercermin dari jumlah polis dan tertanggung. Hingga semester I 2026, jumlah polis asuransi jiwa mencapai 22,44 juta unit atau tumbuh 7,7 persen.

Kenaikan jumlah polis terjadi pada segmen perorangan dan kumpulan. Polis perorangan mencapai sekitar 22,06 juta unit, sedangkan polis kumpulan sekitar 384 ribu unit.

Sementara itu, jumlah tertanggung meningkat 24,8 persen menjadi 153,58 juta orang. Pertumbuhan terutama didorong oleh segmen tertanggung kumpulan yang naik 28,5 persen menjadi 131,20 juta orang.

Selain jumlah tertanggung, nilai perlindungan yang diberikan industri juga mengalami peningkatan. Total uang pertanggungan mencapai Rp8,02 ribu triliun atau tumbuh 10,1 persen.

"Segmen kumpulan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut dengan uang pertanggungan meningkat 17,9 persen menjadi Rp5,44 ribu triliun," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

OJK Limpahkan Tersangka Kasus Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan, Kerugian Capai Rp566,24 Miliar

Bisnis | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB

Askrindo Perluas Layanan Suretyship, Proyek Infrastruktur Dapat Perlindungan

Askrindo Perluas Layanan Suretyship, Proyek Infrastruktur Dapat Perlindungan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 07:05 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Prudential Soroti Risiko Korupsi yang Mengintai Sektor Keuangan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:25 WIB

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 21:05 WIB

Mulai Juli 2026, Agen Asuransi Wajib Bersertifikat, Ini Dampaknya bagi Nasabah

Mulai Juli 2026, Agen Asuransi Wajib Bersertifikat, Ini Dampaknya bagi Nasabah

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 11:45 WIB

Terkini

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

×