- PT Jasa Marga mengubah paradigma bisnis menjadi pembangun budaya perjalanan untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol pada Selasa, 1 September 2026.
- Perusahaan menerapkan tiga aspek utama melalui preservasi jalan, pengembangan rest area modern, serta penguatan ekosistem informasi dan layanan digital.
- Hingga akhir Juni 2026, Jasa Marga mengoperasikan 1.294 kilometer jalan tol guna memperluas konektivitas dan mendorong aktivitas ekonomi.
Jumlah tersebut setara dengan 42 persen dari total jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Jasa Marga juga terus memperluas konektivitas melalui pembangunan sejumlah ruas baru, seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, serta Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.
Pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai simpul logistik, kawasan industri, hingga destinasi wisata. Dengan demikian, pembangunan jalan tol tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga membangkitkan lalu lintas baru dan mendorong aktivitas ekonomi di sepanjang koridor yang dilayani.
"Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani," jelas Rivan.