RI Masih Andalkan Sumur Tua, Target Minyak 2027 Terancam Meleset Lagi

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 04 September 2026 | 11:14 WIB
RI Masih Andalkan Sumur Tua, Target Minyak 2027 Terancam Meleset Lagi
Sumur tua yang masih beroperasi memproduksi minyak mentah di Duri, Kabupaten Bengkalis. [Suara.com/Panji Ahmad Syuhada]
baca 10 detik
  • Target lifting 2027 naik, tapi produksi 2026 masih jauh dari sasaran.
  • RI berupaya menggenjot 45.000 sumur minyak rakyat.
  • Sumur tua kembali jadi andalan saat produksi migas terus menurun.

Suara.com - Target produksi minyak nasional pada tahun 2027 berpotensi akan meleset dari target, karena hanya mengandalkan sumur tua yang kadar minyaknya terus berkurang. 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target lifting minyak sebesar 612.500 barel per hari (bph) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Angka tersebut hanya naik tipis dari target 2026 sebesar 610.000 bph.

Masalahnya, target tahun ini saja belum mampu dicapai.

Berdasarkan data hingga 31 Juli 2026, rata-rata lifting minyak bumi Indonesia baru mencapai 578.156 bph, jauh di bawah target APBN 2026 sebesar 610.000 bph.

Artinya, pemerintah masih harus mengejar kekurangan sekitar 31.844 bph hanya untuk memenuhi target tahun berjalan. Kondisi tersebut membuat target 612.500 bph pada 2027 menjadi tantangan yang tidak ringan.

Di tengah kondisi tersebut, Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB), Bonar Tua Halomoan Marbun, menyarankan pemerintah mengoptimalkan sumur rakyat yang telah dilegalkan.

Menurut Bonar, sumur rakyat memang berpotensi memberikan tambahan pasokan minyak nasional. Namun, kontribusinya saat ini masih sangat kecil.

Produksi dari sumur rakyat yang aktif diperkirakan baru sekitar 2.000 bph.

"Kalau ditanyakan apakah program ini baik, tentu saja baik dalam pemahaman yang positif secara umum," kata Bonar dalam keterangannya yang dikutip Jumat (4/9/2026).

baca juga

Potensi yang lebih besar datang dari puluhan ribu sumur rakyat yang telah masuk inventarisasi pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, terdapat sedikitnya 45.000 sumur minyak rakyat yang telah diinventarisasi dan dilegalkan pengelolaannya. Sumur tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Jambi, Aceh, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya bahkan memperkirakan produksi sumur masyarakat dapat mencapai 30.000 bph pada 2027, apabila penataan yang dimulai sejak 2026 dapat berjalan optimal.

Namun, angka tersebut tetap menunjukkan betapa besarnya tantangan yang harus dihadapi pemerintah. Tambahan 30.000 bph dari sumur masyarakat belum cukup untuk menutup persoalan struktural produksi minyak nasional yang terus menghadapi penurunan.

Selain sumur rakyat, pemerintah juga kembali diarahkan untuk menggenjot produksi dari lapangan minyak tua atau brownfield.

Bonar mengatakan penurunan cadangan dan produksi pada lapangan tua merupakan fenomena umum dalam industri migas. Meski demikian, produksi masih dapat dimaksimalkan melalui teknologi, tata kelola, dan praktik produksi yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Perang AS-Iran Bikin Minyak Dunia Memanas, Harga Tembus US$95/Barel

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 08:51 WIB

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

Eks Wakil Menteri Ditangkap Terkait Korupsi Migas, Uang Rp 96,9 Miliar Disita

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:37 WIB

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Ketegangan AS - Iran Mereda, Harga Minyak Mentah Dunia Merosot

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 09:55 WIB

Terkini

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Logam Mulia Masih Berpeluang Naik, Harganya Diramal Capai Rp2,75 Juta

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:37 WIB

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:30 WIB

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Purbaya Akui RI Tak Bisa Turunkan Pajak ala Jepang: Nanti Ribut Utang Terus

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

BI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dengan India, QR Antarnegara Dipercepat

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:28 WIB

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

1 dari 7 Anak Indonesia Punya Kadar Timbal Tinggi, Cat Rumah Mengelupas Jadi Salah Satu Pemicu

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:25 WIB

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 18:20 WIB

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Tembakau Sintetis Senilai Rp 1 Miliar Diproduksi di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

News | Minggu, 13 September 2026 | 18:15 WIB

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:10 WIB

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Gegara Konflik Timur Tengah, Harga Mayones Naik 10%

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 18:06 WIB

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional

Batam | Minggu, 13 September 2026 | 18:04 WIB

×