Waskita Karya Minta Waktu 1 Dekade Untuk Bisa Lunasi Utang Obligasi

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 September 2026 | 11:44 WIB
Waskita Karya Minta Waktu 1 Dekade Untuk Bisa Lunasi Utang Obligasi
Gambar Ilustrasi Logo Waskita Karya. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Waskita perpanjang jatuh tempo obligasi hingga 2034.
  • 97,14% pemegang obligasi setujui restrukturisasi Waskita.
  • Denda default diusulkan dihapus, kupon dipangkas jadi 5%.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bisa bernafas lega untuk menghadapi tekanan keuangannya. Pasalnya, para pemegang obligasi menyetujui restrukturisasi Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap IV Tahun 2019, termasuk memperpanjang jatuh tempo hingga 2034.

Persetujuan tersebut menjadi sinyal bahwa persoalan kewajiban keuangan Waskita Karya masih membutuhkan penanganan jangka panjang. Alih-alih melunasi kewajiban sesuai jadwal awal, perseroan kini memperoleh tambahan waktu hingga lebih dari satu dekade.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, Jumat (4/9/2026) restrukturisasi tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) yang digelar pada 3 September 2026.

Dalam rapat tersebut, terdapat enam usulan restrukturisasi yang diajukan Waskita Karya. Salah satu poin utama adalah perubahan jatuh tempo obligasi menjadi paling lambat 31 Desember 2034.

Selain memperpanjang tenor, Waskita juga mengusulkan perubahan tingkat kupon menjadi 5% per tahun setelah perubahan Perjanjian Perwaliamanatan berlaku hingga 31 Desember 2034.

Restrukturisasi juga mencakup skema kupon standstill. Kupon sejak tanggal emisi hingga 16 Mei 2024 ditetapkan sebesar 9,75%. Sementara sejak 17 Mei 2024 hingga sehari sebelum perubahan Perjanjian Perwaliamanatan berlaku, kupon yang digunakan menjadi 5%.

Tak berhenti di situ, pemegang obligasi juga diminta memberikan kelonggaran atas denda yang timbul akibat default maupun keterlambatan pembayaran. Denda tersebut diusulkan untuk dihapuskan.

Adanya klausul penghapusan denda serta permohonan pengesampingan cidera janji menunjukkan bahwa persoalan pembayaran obligasi Waskita bukan sekadar penyesuaian administratif.

Dalam proposalnya, Waskita meminta pengesampingan atas cidera janji yang telah terjadi sampai dengan tanggal berlakunya perubahan Perjanjian Perwaliamanatan.

baca juga

Artinya, perseroan membutuhkan persetujuan pemegang obligasi untuk memberikan ruang agar sejumlah kejadian kelalaian sebelumnya tidak menjadi penghalang dalam proses restrukturisasi.

Pemegang obligasi juga memberikan sejumlah persyaratan tambahan. Di antaranya kewajiban Waskita memastikan pembayaran dilakukan penuh dan tepat waktu, termasuk menyediakan dana pembayaran paling lambat satu hari kerja sebelum jatuh tempo.

Perseroan juga diwajibkan melaporkan rencana dan realisasi divestasi aset ruas tol atau saham Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk hasil bersih yang diterima.

Selain itu, terdapat penguatan pengawasan terhadap perubahan pengaturan kas dan rekening perseroan agar posisi pemegang obligasi tidak menjadi lebih buruk.

Meski menunjukkan beratnya posisi keuangan yang dihadapi perseroan, proposal tersebut akhirnya mendapat dukungan mayoritas pemegang obligasi.

Dari pemegang obligasi yang hadir dalam RUPO, sebanyak 97,14% menyatakan setuju, sedangkan 2,86% menolak usulan restrukturisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!

Mitra MBG Banyak Terlilit Utang Bank, UGM: Ini Perangkap dari Kebijakan Mentah!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Purbaya Minta Jakarta Tak Cari Utang Baru lewat Obligasi Daerah: Uangnya Kebanyakan

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 14:50 WIB

Restrukturisasi Obligasi Rp534 Miliar PTPP Gagal, Investor Tolak Perpanjangan Utang hingga 2041

Restrukturisasi Obligasi Rp534 Miliar PTPP Gagal, Investor Tolak Perpanjangan Utang hingga 2041

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 11:12 WIB

Terkini

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

×