-
Donald Trump menegaskan AS tidak aktif mengejar jalur perundingan damai dengan Iran.
-
Washington mengalihkan strategi dengan meningkatkan tekanan ekonomi untuk memperlemah posisi finansial Teheran.
-
Konflik militer kedua negara masih memanas akibat runtuhnya kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat memilih untuk tidak mengejar opsi negosiasi aktif dengan Iran meski pintu dialog tetap terbuka. Kebijakan ini diambil di tengah langkah Gedung Putih yang lebih memprioritaskan pengetatan sanksi finansial guna menekan Teheran.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Donald Trump saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan.
"Kami tidak mendorong (perundingan dengan Iran). Ya, perundingan mungkin saja terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang sedang kami upayakan," kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Anadolu.
![Presiden AS, Donald Trump. [IG/realdonaldtrump]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/21/79037-presiden-as-donald-trump.jpg)
Pendekatan pragmatis Washington ini menandai pergeseran taktik setelah serangkaian aksi militer intensif gagal menciptakan perdamaian permanen. Pemerintah AS kini menggantungkan stabilitas kawasan pada efektivitas instrumen ekonomi daripada meja perundingan.
Eskalasi militer kedua negara sebelumnya memuncak pada aksi saling serang yang melibatkan kekuatan persenjataan strategis. Konfrontasi terbuka tersebut bermula ketika pasukan AS dan Israel menggempur sejumlah titik vital di wilayah Iran pada 28 Februari.
Pihak Teheran membalas menggempur balik wilayah musuh dalam waktu singkat. Aksi balasan beruntun itu memicu ketegangan hebat yang mengancam stabilitas kawasan Middle East.
Gencatan senjata sempat tercapai saat kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman pada pertengahan Juni. Namun, kesepakatan damai tersebut runtuh seketika akibat bentrokan susulan yang kembali pecah.
Hingga saat ini, perseteruan geopolitik kedua negara belum menemukan titik terang. Kontak senjata sporadis terus membayangi kawasan karena fondasi perdamaian yang masih rapuh.
Sebagai langkah lanjutan, Washington mengalihkan fokus strategi dengan menggempur perekonomian Teheran. Langkah ini diambil untuk mempersempit ruang gerak finansial Iran hingga konflik benar-benar mereda.