- Pertamina Patra Niaga menambah pasokan BBM di Sulawesi Selatan pada September 2026 akibat antrean panjang.
- Lonjakan permintaan Solar JBT sebesar 15 persen memicu kelangkaan serta perubahan pola konsumsi masyarakat setempat.
- Perusahaan mengoperasikan mobil tangki 24 jam dan Polda Sulawesi Selatan menyelidiki potensi penimbunan subsidi.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga menambah pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM), ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan menyusul kelangkaan dan antrean panjang kendaraan yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan peningkatan antrean di SPBU terjadi karena adanya lonjakan permintaan, khususnya pada BBM bersubsidi, yang dibarengi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Berdasarkan data perusahaan, kebutuhan terhadap Solar JBT (Jenis Tertentu) di Sulawesi Selatan mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 15 persen selama periode Juni hingga Agustus 2026.
"Pertamina terus meningkatkan pasokan BBM ke Terminal BBM untuk memperkuat suplai BBM ke Makassar agar ketersediaan dapat terjaga pada level yang aman. Untuk merespons peningkatan permintaan tersebut, kami meningkatkan penyaluran, mengoptimalkan operasional SPBU, serta memperkuat distribusi," ujar Kitty, Jumat (12/9/2026).
Sebagai langkah mitigasi di lapangan, Pertamina Patra Niaga mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam penuh untuk mempercepat pengiriman dan pengisian stok ke SPBU.
Selain itu, Pertamina melakukan rekonfigurasi kapasitas pelayanan melalui penambahan nozzle Pertalite serta menyiagakan 25 SPBU yang beroperasi 24 jam di wilayah Makassar.
![Suasana antrean kendaraan untuk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang semakin sulit diperoleh salah satunya di SPBU Jalan Andi Pangerang Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/10/83728-antre-bbm-di-spbu.jpg)
Sebelumnya, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi meminta Pertamina memberikan penjelasan dan solusi konkret atas antrean truk yang mengular serta kelangkaan LPG 3 kg yang memicu lonjakan harga di pasaran dan dikeluhkan warga.
Di sisi lain, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan juga turun tangan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut potensi pelanggaran, termasuk dugaan penyalahgunaan dan penimbunan BBM maupun gas bersubsidi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.