“Pada akhirnya, tujuan Holding Ultra Mikro bukan sekadar menjadi ekosistem keuangan dengan skala yang besar. Kami ingin menjadi ekosistem yang mampu membuka jalan bagi masyarakat untuk bergerak dari akses keuangan menuju pemberdayaan, dan dari pemberdayaan menuju kesejahteraan. Inilah kontribusi BRI Group untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan menciptakan pertumbuhan yang semakin inklusif,” pungkas Hery.
Cita-cita sederhana itu telah menjangkau jutaan perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia, membuka jalan bagi mereka untuk naik kelas lewat pembiayaan, pendampingan, dan pendidikan keuangan yang berkesinambungan. Leni adalah salah satu dari jutaan wajah itu, bukti hidup bahwa modal kecil, bila disertai pendampingan yang tulus, mampu menumbuhkan keberanian sebesar keinginan untuk bertahan.

"Lima tahun perjalanan Holding Ultra Mikro adalah lima tahun kita belajar bahwa pemberdayaan sejati tidak diukur dari besarnya modal, melainkan dari seberapa jauh ia menuntun seseorang kembali berdiri. Kisah Ibu Leni mengingatkan kita, di balik setiap danau yang kembali jernih, ada perempuan yang memilih untuk terus berjuang, dan PNM bersama BRI dan Pegadaian akan selalu berusaha untuk hadir menemani perjuangan itu," ujar Kindaris, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero).
Dari satu danau, satu keluarga, dan satu tekad untuk tidak menyerah, lahirlah kisah yang menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa lima tahun Holding Ultra Mikro bukan sekadar angka pencapaian, melainkan lima tahun harapan yang terus mengalir, sebagaimana Danau Sipin yang kini kembali menjadi sumber kehidupan. ***